Normal
0
false
false
false
EN-ID
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}
Oleh :
Kiyai Khalifah Dr. Muhammad Sontang
Sihotang,S.Si., M.Si, Pakar Hiper Metafisika & Kepala Laboratorium Fisika
Nuklir, Universitas Sumatera Utara
Abstrak
Artikel ini mencoba menganalisis
potensi filosofi, visi, misi & program Ukhuwah Batak Muslim (UBM)
berdasarkan motto organisasi dan kegiatan awal yang terinformasikan. Dengan
penekanan pada integrasi identitas kultural (Batak) dan spiritual (Muslim), UBM
diharapkan dapat menjadi wadah penguatan tauhid dan pelestarian budaya. Kajian
ini bersifat inferensial karena keterbatasan data primer, namun berupaya
mengaitkan prinsip-prinsip Islam dengan konteks kebudayaan.
Kata Kunci: Ukhuwah Batak
Muslim, Islam, Budaya Batak, Tauhid, Silaturahmi, Integrasi Kultural.
1.
Pendahuluan
Fenomena organisasi sosial kemasyarakatan
(orsosmas) yang meng-integrasikan identitas kultural & keagamaan merupakan
dinamika menarik dalam masyarakat plural.
Ukhuwah Batak Muslim (UBM) hadir
sebagai salah satu entitas yang berupaya menyatukan identitas etnis Batak
dengan nilai-nilai ke- Islaman (Ikhsan, Iman, Islam).
Dokumen undangan kegiatan silaturrahmi
& pengajian UBM pada 8 Februari 2025 memberikan sekilas pandang tentang
aktivitas awal organisasi ini.
Artikel ini bertujuan untuk
mengelaborasi potensi falsafah, visi, misi & program serta aktivitas UBM
berdasarkan informasi terbatas yang tersedia, serta mengulas relevansinya dalam
perspektif Islam.
2. Falsafah UBM: Berbudaya & Bertauhid
Berdasarkan motto “Berbudaya
& Bertauhid” yang tertera pada logo UBM, dapat di-inferensikan bahwa
falsafah dasar organisasi ini adalah harmonisasi antara identitas kultural Batak
dengan akidah tauhid Islam.
Berbudaya: Mengacu pada
pelestarian & pengembangan nilai-nilai luhur budaya Batak (Angkola, Karo,
Mandailing, Pakpak, Simalungun, Toba) yang tidak bertentangan dengan syariat
Islam.
Ini mencakup adat istiadat, bahasa,
seni & kearifan lokal. Falsafah ini sejalan dengan prinsip Islam yang
menghargai keberagaman budaya sebagai tanda kebesaran Alloooh, sebagaimana
firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki & seorang perempuan serta menjadikan
kamu berbangsa-bangsa & bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia
di antara kamu di sisi Alloooh ialah orang yang paling taqwa di antara kamu.
Sesungguhnya Alloooh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS.
Al-Hujurat 49: 13).
Bertauhid: Menekankan pada
pengesaan Alloooh SWT sebagai inti ajaran Islam. Ini berarti bahwa segala
aktivitas budaya & sosial UBM harus dilandasi oleh keyakinan yang kuat
terhadap keesaan Alloooh, menjauhi syirik, dan mengarahkan segala perbuatan
hanya kepada-Nya.
Konsep tauhid adalah fondasi utama
Islam, sebagaimana ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an & Hadits Nabi
Muhammad SAW.
2.
Visi
& Misi UBM (Inferensial)
Meskipun tidak dinyatakan secara
eksplisit, visi & misi UBM dapat di-inferensikan dari falsafah “Berbudaya
& Bertauhid” serta tujuan kegiatan silaturrahmi :
Visi (Inferensial): Menjadi
wadah terdepan dalam membangun masyarakat Batak Muslim yang kokoh dalam iman
(tauhid), luhur dalam akhlak (berbudaya), serta berkontribusi positif bagi
bangsa & agama.
Misi (Inferensial):
Meningkatkan pemahaman & pengamalan
ajaran Islam / Ikhsan di kalangan masyarakat Batak Muslim.
Melestarikan & mengembangkan
nilai-nilai budaya Batak yang selaras dengan syariat Islam.
Mempererat tali silaturrahmi & ukhuwah
Islamiyah di antara sesama Batak Muslim & umat Islam pada umumnya.
Mendorong peran aktif Batak Muslim
dalam pembangunan sosial, ekonomi & keagamaan yang sesuai pula dalam beberapa
dari 17 indicator SDG’s (Sustainable Development Goals).
4. Program UBM (Inferensial)
Program UBM dapat diidentifikasi dari
kegiatan yang terlampir dalam leaflet & potensi pengembangan dari visi-misi
yang diinferensikan:
Program Utama:
Silaturrahmi & Pengajian Rutin: Seperti
yang tercermin dari undangan, kegiatan ini menjadi inti untuk mempererat hubungan
& meningkatkan pemahaman agama Islam secara comprehensive, integrated,
Harmoni dan Sinergis. Ini sejalan dengan Hadits Nabi SAW: “Barangsiapa
yang ingin dilapangkan rezekinya & dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia
menyambung tali silaturrahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kajian Ke-Islaman & Ke-Ikhsanan : Mengundang
ulama untuk memberikan tausiyah, seperti KH. Syamsul Arifin Nababan,
menunjukkan komitmen pada peningkatan ilmu agama Islam & wawasannya.
Potensi Program Pengembangan
(Inferensial):
Pembinaan Remaja & Pemuda: Mengadakan
kegiatan yang relevan untuk generasi muda Batak Muslim.
Pelatihan & Pengembangan Ekonomi
Syariah: Membantu anggota dalam aspek ekonomi.
Kegiatan Sosial & Kemanusiaan: Berkontribusi
pada masyarakat luas sebagai dampak positif dari Filosofi UBM.
Pelestarian Budaya: Mengadakan
festival atau diskusi budaya Batak dalam perspektif Islam & Ke-Ikhsanan.
5. Kajian Ilmiah UBM (Perspektif Dr.
Muhammad Sontang Sihotang) ;
Dari perspektif seorang Pakar Hiper-metafisika
& Kepala Laboratorium Fisika Nuklir, Kiyai Khalifah Dr. Muhammad Sontang
Sihotang, S.Si., M.Si, keberadaan UBM dapat dikaji secara ilmiah-metafisik
tasawwuf dengan mengaitkan konsep ukhuwah & tauhid dengan prinsip-prinsip
universal:
Ukhuwah sebagai Manifestasi
Interkonektivitas: Konsep ukhuwah (persaudaraan) dalam UBM dapat
dianalisis sebagai manifestasi sosial dari prinsip inter-konektivitas
universal yang juga ditemukan dalam fisika kuantum (misalnya,
entanglement).
Dalam pandangan metafisika, semua
makhluk adalah bagian dari satu kesatuan eksistensi (Wahdat al-Wujud) & ukhuwah adalah upaya manusia untuk
menyelaraskan diri dengan realitas fundamental ini.
Tauhid sebagai Prinsip Kesatuan
Kosmis : Tauhid, pengesaan Alloooh, bukan hanya doktrin Tgeologis tetapi
juga prinsip metafisika yang menjelaskan kesatuan fundamental alam semesta.
Dalam fisika, kita mencari
“Teori Segala Sesuatu” (Theory of Everything / ToT) yang menyatukan
semua gaya fundamental.
Dalam spiritualisme, tauhid adalah
“Teori Segala Sesuatu” yang menyatukan semua eksistensi dalam satu
sumber Ilaaahi.
UBM, dengan menekankan tauhid, secara
implisit membangun kesadaran akan kesatuan kosmis ini.
Integrasi Budaya & Sains : Dr.
Sihotang mungkin akan mengkaji bagaimana nilai-nilai budaya Batak yang luhur
dapat menjadi “wadah” bagi implementasi nilai-nilai tauhid,
menciptakan sintesis yang harmonis.
Ini sejalan dengan pandangan bahwa
sains (termasuk fisika nuklir) & spiritualitas bukanlah dua entitas yang
terpisah, melainkan dua cara untuk memahami satu realitas yang sama dapat juga di analogikan dari Konsep , Teori
dan Aplikasi dari Tasawwuf yakni Syuhudul Kasrah fil Wahdah atau Syuhudul Wahdah
fil Kasrah.
6. Rujukan Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ &
Qiyas (Inferensial & Umum)
Meskipun dokumen tidak memberikan
rujukan spesifik, pendirian & aktivitas UBM secara umum dapat dirujuk pada:
Al-Qur’an:
QS. Al-Hujurat 49 ayat 10 ; tentang persaudaraan sesama mukmin.
QS. Al-Hujurat 49 ayat 13 ; tentang keberagaman suku bangsa.
QS. Al-Ikhlas 112 ayat 1-4 ; tentang keesaan Alloooh (Tauhid).
Hadits:
Hadits tentang pentingnya silaturrahmi
(HR. Bukhari & Muslim).
Hadits tentang keutamaan menuntut
ilmu (HR. Muslim).
Hadits tentang persatuan umat Islam
(HR. Muslim).
Ijma’ (Konsensus Ulama) : Konsensus
ulama tentang pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah & berdakwah.
Qiyas (Analogi) : Mengqiyaskan
kegiatan organisasi kemasyarakatan Muslim lainnya yang bertujuan serupa dalam
memperkuat iman & budaya.
7. Kesimpulan
Organisasi UBM, melalui mottonya
“Berbudaya & Bertauhid” serta aktivitas silaturahmi & pengajian,
menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan identitas kultural Batak dengan
nilai-nilai Islam, Iman & Ikhsan (3 i).
Dari perspektif metafisika, inisiatif
ini merefleksikan upaya manusia untuk menyelaraskan diri dengan prinsip
kesatuan kosmis (tauhid) & interkonektivitas universal (ukhuwah).
Meskipun data awal terbatas, potensi
UBM untuk menjadi model organisasi yang memperkuat 3 i melestarikan budaya
& berkontribusi pada masyarakat adalah sangat besar. Studi awal ini lebih
lanjut dengan data primer dari UBM akan sangat berharga untuk mengkaji secara
lebih mendalam falsafah, visi, misi & dampak sosialnya.(ms2).
(function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);
