Viral! Pegawai Alfamart Tangkap Ibu-ibu Naik Mercy Ngutil Cokelat, Malah Diancam Pelaku dengan UU ITE

PORTAL MEDAN.  
Beritaterheboh.com – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi seorang wanita yang kepergok mengambil coklat di Alfamart tanpa membayar. Alih-alih mengakui kesalahan, wanita tersebut malah marah-marah ketika ditegur oleh karyawan di sana.

Dalam video viral yang diunggah oleh akun TikTok @nkhlm, seorang wanita ditegur oleh karyawan Alfamart lantaran tidak membayar coklat yang ia ambil.

“Iya coba saya lihat dulu mana?” tanya karyawan Alfamart.

Mengetahui aksinya ternyata ketahuan, bukannya meminta maaf dan mengakui kesalahan, wanita yang berada di mobil Mercy tersebut malah marah-marah.

“Nih ambil,” kata wanita tersebut dengan nada marah sembari menyerahkan 3 buah coklat ke karyawan tersebut.

“Kenapa ibu nggak jujur?” tanya si karyawan lagi.

Namun, kemarahan si wnaita justru semakin memuncak dan malah mencoba menutup pintu mobilnya yang kemudian bisa dicegah oleh si karyawan. 

“Nggak mau lah, bayar dulu,” tandas karyawan tersebut.

Karena merasa terpojok, wanita tersebut lantas keluar mobil dengan tergesa-gesa dan menuju ke dalam Alfamart lagi.

“Gimana sih, ngambil coklat. Saya lihat bu,” kata si pemegang kamera.

Di dalam Alfamart pun si wanita masih terlihat kesal dengan para karyawan di sana. Meski begitu, seorang karyawan pria masih memberi penjelasan dengan sopan.

“Yaudah bu, kalau itu udah ketahuan, maksudnya kita kan sama-sama nggak enak juga,” kata si karyawan pria.

Belakangan viral lagi video wanita tersebut malah mengancam pegawai Alfamart 

Hal tersebut dijelaskan lewat unggahan ulang video pada media sosial Twitter oleh pemilik akun @RusliP*** yang menggunggah sebuah video dengan mencantumkan komentar tegas. “IBU NYA KETAHUAN NGAMBIL COKLAT GAK BAYAR

Ibu marina namanya, boss konter HP di BSD.

Lanjut ke video berikutnya: Si klepto nakutin karyawan @alfamart pakai lawyer

KARYAWAN ALFAMART DI ANCAM UU ITE

OLEH SI IBU DI PAKSA MINTA MAAP

YANG NYOLONG SIAPA YANG SURUH MINTA MAAF SIAPA,” komentar @RusliP***

Pengguna media sosial Twitter lainnya pun turut mencolek penggiat hukum dan pengguna Twitter serta menkopolhuka, Mahfud MD dalam video klarifikasi dari karyawati Alfamart yang berisi permintaan maaf karyawati tersebut.

“Selamat malam bang dan @HukumDan

Benar kah UU ITE bisa melindungi maling

Kok saya baru tahu ya sejak di sah kan 2008

colek bang @DonAdam68

Mohon pencerahannya pak menkopolhukam

@mohmahfudmd” tulis pemilik akun @Mei***

Pemilik akun tersebut juga menilai bahwa hukum dan praktisinya bisa melakukan interverensi terhadap rakyat kecil, padahal secara fakta, justru yang mengancam akan menuntut karyawati tersebut lah yang seharusnya melakukan permintaan maaf.

“jumawa bengat nakutin karyawan @alfamart pakai lawyer

Ibu marina namanya boss konter HP di bsd

IBU NYA KETAHUAN NGAMBIL COKLAT GAK BAYAR

KARYAWAN ALFAMART DI ANCAM UU ITE

OLEH SI IBU DI PAKSA MINTA MAAP

YANG NYOLONG SIAPA YANG SURUH MINTA MAAF SIAPA,” tulis pemilik akun @Mei***

Management @alfamart tolong lindungi karyawan kalian jika terjadi kejadian sepihak spt ini, sdh jelas siapa yg salah malah terbalik karyawan yg harus minta maaf.@DivHumas_Polri mohon dicek https://t.co/ZD6sVWR0kG— RUDI VALINKA (@kurawa) August 14, 2022

Ini kelewatan. Orang yang ketahuan ngutil malah berbalik menekan karyawan alfamart hanya krn mampu menyewa pengacara.

Alih-alih dia yang minta maaf, malah mbak alfamart yang harus minta maaf. pic.twitter.com/h7mwBDGBO1— Zulfikar Akbar (@zoelfick) August 14, 2022

video pas diciduk maling coklat pic.twitter.com/VWlXR716G0— َ (@croicssant) August 14, 2022

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Viral Video Ibu-ibu Naik Mercy Ngutil Cokelat di Alfamart, Kasir Gercep Langsung Cegah, https://jateng.tribunnews.com/2022/08/14/viral-video-ibu-ibu-naik-mercy-ngutil-cokelat-di-alfamart-kasir-gercep-langsung-cegah.

Penulis: iam | Editor: galih permadi
http://dlvr.it/SWdDpD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *