Kategori: nasional

  • S&P Global Ratings Beri Peringkat ‘ BBB ‘, Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi Aluminium Nasional

    S&P Global Ratings Beri Peringkat ‘ BBB ‘, Tegaskan Peran Strategis dalam Hilirisasi Aluminium Nasional


    Portal Medan-Jakarta, 10 September 2026 – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional rating ‘BBB-’ dengan Outlook stabil dari S&P Global Ratings. Pencapaian ini menjadikan peringkat internasional investment-grade bagi INALUM sekaligus milestone yang sangat penting dalam memperkuat kredibilitas INALUM di pasar keuangan domestik dan internasional untuk mendukung pertumbuhan INALUM kedepannya. 

    Dalam laporannya yang diterbitkan pada tanggal 7 September 2026 S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam Grup MIND ID dan kuatnya dukungan Pemerintah melalui MIND ID terhadap INALUM. S&P Global Ratings juga memandang INALUM memiliki peran penting sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional, sejalan dengan agenda strategis MIND ID untuk memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia. Keterkaitan yang erat dengan MIND ID, baik secara strategis maupun finansial, turut memperkuat profil kredit INALUM dan mendukung keberlanjutan pengembangan bisnis serta investasi perusahaan. Outlook stabil mencerminkan ekspektasi S&P Global Ratings terhadap keberlanjutan kinerja operasional dan arus kas INALUM, serta konsistennya dukungan MIND ID dalam menopang peran strategis INALUM bagi pengembangan industri aluminium nasional.

    Pencapaian rating internasional tersebut melengkapi penguatan profil kredit INALUM di pasar domestik. Pada Agustus 2026, PEFINDO juga meningkatkan peringkat INALUM satu tingkat  dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable setelah INALUM mempertahankan peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun sebelumnya. 

    Pemeringkatan internasional dan peningkatan peringkat domestik tersebut berlangsung pada saat INALUM tengah mempersiapkan peningkatan kebutuhan pendanaan untuk mendukung berbagai proyek hilirisasi aluminium pada periode 2026–2029. 


    Keunggulan Biaya Operasional dan Sumber Energi Hidro Perkuat Daya Saing INALUM

    Dalam penilaiannya, S&P Global Ratings turut menyoroti struktur biaya operasional INALUM yang kompetitif. Perusahaan tercatat mampu beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global, dibandingkan dengan rata-rata industri pada tahun 2026. 

    Efisiensi tersebut didukung oleh pasokan sumber energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik. Keunggulan biaya ini dinilai sebagai salah satu kekuatan kredit INALUM sekaligus memberikan daya tahan bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika harga aluminium global.

    S&P Global Ratings juga menyoroti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air yang membuat smelter INALUM tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, tetapi juga mendukung profitabilitas dan efisiensi biaya produksi INALUM. 

    Saat ini INALUM mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun. Melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), INALUM telah berhasil mengatasi ketergantungan pada impor bahan baku alumina. BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

    Memperkuat Rantai Nilai Aluminium Nasional
    S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam integrasi Grup MIND ID dan hilirisasi aluminium memberikan landasan kuat bagi dukungan berkelanjutan dari induk perusahaan. Peran tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan SGAR 2 dan Smelter Aluminium 2 (Smelter 2) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang memperkuat integrasi rantai nilai aluminium nasional.

    Adapun pengembangan proyek INALUM meliputi SGAR 2 dan Smelter 2. Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional. SGAR 2 direncanakan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun, sehingga akan meningkatkan kapasitas alumina yang ada menjadi dua kali lipat. Adapun Smelter 2 dirancang dengan kapasitas produksi sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun, sehingga total kapasitas smelter aluminium primer INALUM akan meningkat lebih dari tiga kali lipat kapasitas saat ini. Pengembangan proyek-proyek tersebut juga berpotensi meningkatkan kapasitas dan potensi pendapatan INALUM secara signifikan hingga 2030.

    Kondisi industri yang positif diperkirakan akan mendukung kinerja INALUM dalam satu hingga dua tahun ke depan. Harga aluminium diperkirakan tetap suportif seiring kondisi pasokan global yang ketat, sementara stabilnya volume penjualan dari smelter eksisting akan turut menopang pertumbuhan EBITDA perusahaan.

    Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita mengatakan, apa yang telah dicapai saat ini, menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.

    “Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala, tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat. Dengan dukungan MIND ID, kami akan terus memperkuat rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir. Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas tetapi juga untuk memperkuat kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasional serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.” ujar Melati.

    Ke depan, INALUM akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin finansial dan keunggulan operasional. Melalui pengembangan rantai nilai aluminium yang semakin terintegrasi, INALUM berkomitmen untuk memperkuat daya saing industri nasional, mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia secara berkelanjutan.(pr/ms2)

    (function(w,q){w[q]=w[q]||[];w[q].push([“_mgc.load”])})(window,”_mgq”);

  • Evaluasi Kelayakan Ekonomi, Dampak Lingkungan, dan Potensi Aplikasi Asap Uap Cair dari Tempurung Kelapa untuk Industri Makanan, Kosmetik, dan Pertanian: Solusi Berkelanjutan dalam Ekonomi Sirkular

    Evaluasi Kelayakan Ekonomi, Dampak Lingkungan, dan Potensi Aplikasi Asap Uap Cair dari Tempurung Kelapa untuk Industri Makanan, Kosmetik, dan Pertanian: Solusi Berkelanjutan dalam Ekonomi Sirkular

     

     

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi, dampak lingkungan, dan potensi aplikasi asap uap cair yang dihasilkan dari tempurung kelapa dalam industri makanan, kosmetik, dan pertanian. Proses produksi asap uap cair dilakukan melalui teknologi pirolisis dan gasifikasi, yang mengubah limbah tempurung kelapa menjadi produk yang bernilai tinggi. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa proyek ini menguntungkan dengan NPV positif, RoI sebesar 25%, dan Payback Period yang cepat, yaitu 1,67 tahun. Dampak lingkungan dari proses produksi ini positif, mengurangi limbah organik, emisi karbon, dan mendukung ekonomi sirkular. Potensi aplikasi asap uap cair terbukti luas, dengan penggunaannya sebagai pengawet alami dalam industri makanan, biopestisida dalam pertanian, dan bahan aktif dalam kosmetik. Penerimaan pasar terhadap produk ini sangat positif, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan produk alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asap uap cair memiliki potensi besar untuk diterima secara komersial dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan yang signifikan.


    Kata Kunci

    Asap Uap Cair, Tempurung Kelapa, Pirolisis, Gasifikasi, Kelayakan Ekonomi, Dampak Lingkungan, Ekonomi Sirkular, Pengawet Alami, Biopestisida, Industri Berkelanjutan

     

    BAB I: PENDAHULUAN


    1.1 Latar Belakang

    Dalam beberapa dekade terakhir, dunia industri semakin fokus pada keberlanjutan dan pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menciptakan produk yang ramah lingkungan. Salah satu konsep yang semakin populer adalah ekonomi sirkular, di mana bahan baku dari limbah organik diproses kembali menjadi produk yang bernilai tinggi, bukan dibuang begitu saja. Salah satu bahan baku yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai adalah tempurung kelapa.

    Tempurung kelapa adalah salah satu limbah pertanian yang sering kali terabaikan dan dibuang begitu saja atau dibakar secara terbuka, yang menyebabkan polusi udara. Di Indonesia, yang merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar, pemanfaatan tempurung kelapa masih sangat terbatas. Namun, melalui teknologi pirolisis dan gasifikasi, tempurung kelapa dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi, yaitu asap uap cair.

    Asap uap cair adalah produk hasil kondensasi dari gas yang terbentuk selama pembakaran bahan organik seperti tempurung kelapa pada suhu tinggi dengan sedikit atau tanpa oksigen. Asap uap cair ini mengandung senyawa-senyawa seperti fenolik, karbonil, dan hidrokarbon aromatik, yang memberikan rasa dan aroma khas serta memiliki sifat antioksidan, antiseptik, dan antimikroba. Karena sifat-sifat ini, asap uap cair dapat digunakan dalam berbagai industri, seperti industri makanan, kosmetik, dan pertanian, sebagai pengawet alami, biopestisida, dan bahan aktif dalam produk perawatan kulit.

    Selain memberikan manfaat dalam aplikasi industri, produksi asap uap cair juga dapat membantu mengurangi limbah organik yang sering menjadi masalah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan ekonomi, dampak lingkungan, dan potensi aplikasi produk asap uap cair yang dihasilkan dari tempurung kelapa. Penelitian ini juga akan menggali bagaimana produk ini dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular dan berperan dalam menciptakan industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


    1.2 Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1. Bagaimana proses produksi asap uap cair dari tempurung kelapa menggunakan teknologi pirolisis dan gasifikasi?
    2. Apa saja parameter kualitas yang mempengaruhi hasil asap uap cair, seperti pH, kekeruhan, warna, dan kandungan senyawa kimia?
    3. Sejauh mana kelayakan ekonomi dari produksi asap uap cair, baik dari segi NPV, RoI, Payback Period, BEP, maupun IRR?
    4. Apa dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh proses pirolisis dan gasifikasi dalam produksi asap uap cair?
    5. Bagaimana potensi aplikasi dan penerimaan pasar dari asap uap cair dalam industri makanan, kosmetik, dan pertanian?

    1.3 Tujuan dan Objektif Penelitian

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi, dampak lingkungan, serta potensi aplikasi asap uap cair yang dihasilkan dari tempurung kelapa untuk mendukung keberlanjutan dalam industri makanan, kosmetik, dan pertanian. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerimaan pasar terhadap produk berbasis keberlanjutan.

    Objektif penelitian ini adalah:

    1. Mengidentifikasi dan menganalisis proses produksi asap uap cair dari tempurung kelapa menggunakan teknologi pirolisis dan gasifikasi.
    2. Menilai kualitas asap uap cair yang dihasilkan berdasarkan parameter fisikokimia seperti pH, kekeruhan, warna, serta kandungan senyawa fenolik dan karbonil.
    3. Menghitung dan menganalisis kelayakan ekonomi produk asap uap cair dengan menggunakan indikator NPV, RoI, Payback Period, BEP, dan IRR.
    4. Mengidentifikasi dampak lingkungan dari proses produksi dan bagaimana proses tersebut dapat mendukung prinsip zero waste dan ekonomi hijau.
    5. Menilai potensi aplikasi dan penerimaan pasar terhadap asap uap cair di berbagai industri seperti makanan, kosmetik, dan pertanian.

    1.4 Manfaat Penelitian

    Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:

    1. Manfaat Akademik: Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan limbah pertanian, serta pemahaman tentang teknologi pirolisis dan gasifikasi dalam pengolahan limbah menjadi produk bernilai.
    2. Manfaat Praktis untuk Industri: Memberikan informasi yang berguna bagi industri makanan, kosmetik, dan pertanian mengenai penggunaan asap uap cair sebagai pengawet alami, biopestisida, dan bahan aktif dalam produk kosmetik.
    3. Manfaat Ekonomi: Memberikan gambaran tentang kelayakan ekonomi dari pengolahan tempurung kelapa menjadi produk bernilai tinggi yang dapat meningkatkan pendapatan industri pengolahan kelapa.
    4. Manfaat Lingkungan: Mengurangi limbah pertanian dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dengan mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan mendukung prinsip keberlanjutan.
    5. Manfaat Sosial: Memberikan kontribusi pada pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya petani kelapa, dengan menciptakan peluang ekonomi baru melalui pengolahan limbah kelapa.

    1.5 Batasan Masalah

    Penelitian ini akan dibatasi pada hal-hal berikut:

    1. Bahan Baku: Penelitian ini hanya akan menggunakan tempurung kelapa sebagai bahan baku untuk produksi asap uap cair.
    2. Teknologi: Fokus pada penggunaan teknologi pirolisis dan gasifikasi untuk mengubah tempurung kelapa menjadi asap uap cair.
    3. Aspek yang Dianalisis: Analisis akan mencakup kelayakan ekonomi, dampak lingkungan, dan potensi aplikasi dalam industri makanan, kosmetik, dan pertanian.
    4. Skala Penelitian: Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dan pilot plant, tidak mencakup implementasi industri dalam skala besar.
    5. Lingkup Geografis: Penelitian ini akan dilakukan di wilayah dengan produksi kelapa yang signifikan, seperti Sulawesi Selatan, Lampung, dan Bali.
  • PERKEMBANGAN SUPERKONDUKTOR SUHU TINGGI DI ERA 4.0

    PERKEMBANGAN SUPERKONDUKTOR SUHU TINGGI DI ERA 4.0

     

    oleh
    :

    Prof.Dr.Drs.Syahrul
    Humaidi, M.Sc, (Guru Besar Prodi Fisika, Ketua  Program Pasca Sarjana S-2
    (Magister) dan S-3 (Doktor Ilmu Fisika) – FMIPA USU-Medan.

    (Tulisan
    ini merupakan Pidato Pengukuhan Guru Besar Jabatan Guru Besar
    Tetap, dalam Bidang Fisika Superkonduktor,pada Fakultas
    Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, USU, disampaikan pada Rapat
    Terbuka, Universitas Sumatera Utara, Gelanggang Mahasiswa USU,
    25 Februari 2025).

    editor
    ; 

    2.
    KH. Dr. Muhammad Sontang Sihotang S.Si, M.Si*.(Kepala Laboratorium Fisika
    Nuklir, Prodi Fisika, Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Peneliti
    Pusat Unggulan Ipteks Karbon & Kemenyan-Universitas Sumatera Utara (USU)-Medan,
    Peserta Pra Asesmen Mandiri (PAM) Indonesia Timur Gelombang VI, Mantan
    Wartawan / Kolumnis / Reporter, Kepala Biro dan Wilayah, Wakil Pemimpin
    Redaksi, Wakil Pimpinan Umum : dahulu & sekarang @ Tabloid Suara USU-Medan, Tabloid
    Bintang Sport Film (BSF)-Medan, Garuda-Harian Sore-Medan,Waspada-Medan,Tabloid
    Duta Bangsa- Jakarta, Dayak News-Palangkaraya,Kalimantan Tengah,GarudaNews-Medan,Portal Medan-Medan,Mabesnews-Jakarta, WasantaraNews-Medan,
    KomandoTopNews-Medan.

    PENDAHULUAN

    Revolusi
    Industri 4.0 yang ditandai dengan adanya perkembangan yang pesat di dunia IT
    memiliki  kata kunci; otomasi, analisis big data, teknologi
    robot, artificial
    intelligence (AI)
     dan internet of things (IoT). Kita
    masih berusaha untuk beradaptasi dengan 4.0, ternyata wacana mengenai revolusi
    berikutnya, Revolusi Industri 5.0 sudah memuliai titik startnya.

    Industri
    4.0 mempertegas integrasi diantara sistem fisika, sistem digital dan sistem
    biologi, yang diapplikasikan untuk kehidupan manusia dan peradaban manusia.
    Perluasan akan kemana arah transformasi ini akan mempunyai
    dampak positip tergantung bagaimana kita mampu mengendalikan semua resiko dan
    peluang yang ada di masa datang.  Tentu saja, untuk berhadapan dengan
    tantangan industri 4.0 kita memerlukan persiapan akan 4 hal: berpikir kritis,
    kreativitas, komunikasi dan kolaborasi. Dengan demikian, sebagai sebuah
    institusi, maka Universitas Sumatera Utara harus terlibat dan berperan aktif
    sebagai bagian dari kecenderungan kemajuan industri.

    Bagaimana
    dampak Revolusi Industri 5.0 dan terhadap pengembangan ilmu dasar, ilmu terapan
    dan ilmu bahan? Tentu saja Revolusi Industri 4.0 dan 5.0 sangat berdampak saat
    ini dan di masa depan. Meskipun Revolusi Industri 5.0 lebih menitikberatkan
    pada integrasi antara teknologi canggih seperti AI, IoT, dan teknologi robot teknologi
    dengan keahlian manusia dan inovasi yang dapat mendorong perkembangan sistem
    produksi yang lebih efisien, fleksibel, berkelanjutan dan meningkatkan
    kesejahteraan, namun ianya mempunyai korelasi yang sangat erat dengan para
    insinyur dan saintis serta rekayasa bahan.  Secanggih apa pun
    teknologi dewasa ini, pastilah ada suatu sistem yang membangunnya
    dan memerlukan bahan dasar dan komponen utama sebagai pendampingnya.

    Kemajuan
    teknologi dewasa ini tidak terlepas dari pengetahuan dan perkembangan ilmu bahan.
    Karakteristik bahan dikaji secara teoretik dan diejawantahkan dalam bentuk
    produk. Baik produk terbatas  sebagai  bahan kajian maupun
    produk komersial untuk dikonsumsi. 

    BAHAN
    SUPERKONDUKTOR

    Menurut Ilmu
    fisika, bahan dibagi atas 3 kelompok besar berdasarkan sifat
    listriknya:

    1).
    Bahan isolator (Tidak dapat menghantarkan arus listrik);

    2).
    Bahan Konduktor (Dapat dialiri arus listrik)

    3). Bahan Semikonduktor
    (bersifat antara 1 dan 2)

    4).
    Bahan Superkonduktor (Tidak mempunyai sebarang hambatan Listrik).

    Bahan-bahan
    tersebut tentu saja mempuyai karakteristik yang tersendiri pula akibat adanya
    campur tangan energi luar yang bekerja padanya. Bahan dengan kategori isolator
    dan konduktor sudah dipakai secara luas di awal era teknologi. Bahan
    semikonduktor merupakan pengembangan bahan isolator dan konduktor. Bahan ini
    mempunyai sifatn yang unik, bersifat isolator pada suhu rendah dan menjadi
    konduktor pada suhu yang lebih tinggi. Bahan ini secara luas digunakan untuk switching,
    pengontrolan otomatis dan sebagainya. Sedangkan bahan superkonduktor
    merupakan bahan baru. Ketika pertama kali ditemukan oleh Onnes (1911/ilmuwan
    Belanda), sifat bahan superkonduktor bertentangan dengan sifat bahan yang umum
    dan bertentangan dengan teori Fisika saat itu. Seiring dengan berjalannya
    waktu, superkonduktor menjadi bahan yang spektakuler dan menjadi bahan yang
    seksi untuk dikaji oleh peneliti. Sifat khas pada bahan superkonduktor adalah
    adanya Temperatur kritis (Tc), temperature yang terus menerus diupayakan
    meningkat oleh para saintis dan ilmuwan. Jika pada awal penemuannya nilai Tc
    sangatlah rendah, maka ke depan, target penelitian untuk bidang superkonduktor
    adalah upaya perburuan nilai Tc yang lebih tinggi. Ini
    disebabkan pembatas signifikan untuk aplikasi Teknik bahan superkonduktor
    ini adalah nilai Tc yang masih rendah. Berikut disajikan sifat
    rintangan/hambatan Listrik dengan suhu pendinginan pada keempat bahan
    listrik tersebut.

    Grafik
    pada Gambar 1 menunjukkan bahwa bahan logam akan menurun nilai hambatannya
    seiring dengan penurunan temperatur. Berbeda dengan bahan semikonduktor dan non
    konduktor yang nilai hambatannya semakin tinggi jika didinginkan. Seperti kita
    lihat pada gambar tersebut, untuk bahan superkonduktor, terjadi penurunan
    hambatan yang drastis pada temperatur Tc. Gejala ini yang kita kenal dengan
    superkonduktivitas. Gejala ini terjadi pada temperatur yang sangat dingin. Hal
    ini memuat bahan superkonduktor menjadi bahan yang sangat mahal sampai saat
    ini. Karena untuk proses pendinginan, diperlukan gas Helium cair
    (superkonduktor Suhu Rendah-LTS) dan digunakan gas Nitrogen cair
    (superkonduktor Suhu Tinggi-HTC).

    Walaupun
    untuk mencapai temperatur kritis yang tinggi memerlukan biaya besar. Para
    periset di berbagai negara terus berupaya melakukan pengembangan riset di
    bidang superkonduktor ini. Beberapa aplikasi di bidang industri seperti MRI,
    kereta Maglev di negara maju. Kabel pembawa tenaga listrik dan lainnya. Melihat
    perkembangan yang sangat menjanjikan, India sudah mempunyai proyek kereta
    Maglev, sementara kita tahu bahwa India masih tergolong negara berkembang.
    Berita baiknya, pemerintah Indonesia menyadari fenomena perkembangan global
    dunia. BRIN sebagai pusat Ilmu Pengetahuan dan Riset, memulai memasukkan agenda
    riset bidang superkonduktor sebagai riset unggulannya. Penelitian tentang
    superkonduktor di BRIN dimulai pada 2005 (20 tahun lalu) sementra Malaysia
    sudah memulainya di sekitar awal 1980 (40 tahun lalu). Pada awalnya, bahan
    dasar yg dikembangkan di BRIN adalah Cu/Nb3Sn, lalu BiPbSrCaCuO,
    FeSeTe, MgB2 dan lainnya. Umumnya periset di BRIN mengadopsi perkembangan
    superkonduktor dari Jepang. 


    Alhamdulillah, berita baiknya saat ini alat-alat
    penelitian yang tersedia di BRIN meliputi preparasi sample:
    timbangan presisi elektrik, High Energy Milling, Mortar Mesin press 100 ton,
    Furnace vacuum furnace, mesin rolling, drawing, dll. Sedangkan alat untuk
    karakterisasi diantaranya: XRD, SEM, TEM, HRTEM, Cryogenic magnet,
    magnetometer, dll. BRIN terus bekerjasama dengan universitas terkemuka, baik
    dalam maupun luar negeri termasuk dengan Fakultas MIPA USU, salah satunya
    melakukan penelitian kolaborasi bidang superkonduktor ini.

    PERKEMBANGAN BAHAN SUPERKONDUKTOR                                                                                                                           

    Gambar
    2 menyajikan Sejarah penemuan bahan superkonduktor dan prestasi yang
    didapat hingga 2015. Selama 1 dekade terakhir, belum ada rekord temperatur
    kritis tertinggi selama 1 dekade terakhir. Penemuan diantara tahun 2015 dan
    2020 masih dalam perdebatan karena menggunakan tekanan udara yang sangat
    tinggi. Sejak awal penemuannya bahan dasar masih berupa atom tunggal atau
    campuran sederhana. Semakin lama, komposisi bahan dasar semakin kompleks. Beberapa
    kelompok bahan superkonduktor berbasis bahan dasar (untuk superkonduktor suhu
    tinggi) diantaranya: YBCO, Bisco, TBCCO dan lainnya.  Dari Gambar
    2 dapat dilihat bahwa titik didih nitrogen cair merupakan pembatas
    antara bahan superkonduktor suhu rendah dengan suhu tinggi {(77K = (−196.2 °C=
    (−321.1 °F}. Pembuatan bahan superkonduktor umumnya  dalam
    keadaan normal (tekanan udara dan suhu ruang standard).  

    Yttrium
    barium copper oxide (YBCO) merupakan campuran bahan superkonduktor
    bertemperatur kritis tinggi.Campuran ini termasuk dalam kelompok campuran kimia
    kristal. Bahan superkonduktor ini mempunyai temperatur kritis sekitar 93K (−180.2 °C;
    −292.3 °F). Kebanyakan campuran YBCOmempunyai rumus umum: YBa2Cu3O7−x (dikenal
    sebagai  Y-123). Bentuk lainnya sesuai dengan perbandingan atom
    Y: Ba: Cu; seperti YBa2Cu4Oy (Y124) ataupun or Y2Ba4Cu7Oy (Y247).

    Dari
    Gambar 2 juga dapat kita lihat bahwa beberapa bahan masih dapat dikembangkan
    lebih lanjut. Bahan superkonduktor berbasis Talium, masih sangatmungkin
    untuk dikembangkan baik untuk sifat fisik maupun sifat listriknya. Kendala
    bahan ini adalah ianya beracun dan termasuk dalam unsur Radioaktif. Dengan
    demikian, walau mempunyai temperatur kritis yang cukup tinggi, perlu
    kehati-hatian dalam pembuatannya.

    Penelitian
    tentang bahan superkonduktor masih dan terus akan dikembangkan di seluruh
    dunia. Tujuan utamanya tentu saja mencari temperatur kritis tertinggi.
    Disamping itu, penelitian juga diarahkan untuk memperbaiki kinerja (erformansi)
    dari bahan-bahan yang telah dikenal pasti sebelumnya.


    Berbagai
    upaya terus dilakukan untuk meningkatkan temperatur kritis di seluruh
    dunia.   Ada peneliti yang melakukan modifikasi pada waktu
    pembuatan sampel (salah satu paten sederhana saya di 2019). Kebanyakan meneliti
    tentang perananan pendop. Pada February 1987, kelompok peneliti di Alabama (Wu)
    and Houston (Paul Chu) menemukan suhu transisi di atas titik didih Nitrogen
    cair (77K). Mereka inilah sebagai penemu pertama superkonduktor suhu tinggi
    pada bahan campuran YBa2Cu3O6+δ (123) dengan Tc sekitar 90K.Setelah
    penemuan tersebut, aplikasi teknik dari bahan ini sangat berpotensial
    dikembangkan lebih lanjut lagi. Bahan lain yang juga menjadi primadona objek
    penelitian bidang superkonduktor ini adalah Bi-Sr-Ca-Cu-O dan deret-deret
    homolognya dalam peningkatan temperature kritis.

    Superkonduktovitas
    pada bahan superkonduktor berbasis talium ditemukan oleh peneliti dari
    Universitas Arkansas oleh Sheng dan Hermann pada awal 1988. Mereka mendapatkan
    Tc sekitar 125K (-275oC) pada campuran Tl-Ba-Ca-Cu-O. Sedangkan untuk campuran
    senyawa Bi-Sr-Ba-Ca-Cu-O sekitar 110K(-290oC) dilaporkan oleh Maeda. Pencapaian
    ini masih bertahan hingga saat ini. Pada 1993 dilaporkan suatu temuan
    spektakuler dari Houston, senyawa Hg-Ba-Ca-Cu-O telah menunjukkan temperature
    kritis tertinggi sekitar 160K (-240oC).


    Ketertarikan
    penulis terhadap bidang superkonduktor dimulai sejak 2010. Saat itu penulis
    tergabung dengan kelompok peneliti di Jabatan Fizik terapan, Universiti
    Kebangsaan Malaysia (UKM) Malaysia (tempat penulis melakukan riset untuk
    penyelesaian disertasi). Kelompok kami menitik beratkan penelitian dengan bahan
    dasar talium. Bagaimanapun juga bahan superkonduktor lain juga kami pelajari
    dan teliti. Beberapa topik penelitian merupakan pengembangan penelitian
    sebelumnya. Kerjasama dengan BRIN RI dalam Upaya mencari bahan dasar baru terus
    kami lakukan.

    APPLIKASI
    SUPERKONDUKTOR

    Dewasa
    ini bahan superkonduktor diapplikasikan dalam kehidupan di bidang teknologi
    maju. Meskipun masih relative mahal, beberapa bidang keteknikan yang
    menggunakan bahan superkonduktor disajikan dalam Gambar 3. Walaupun
    temperatur operasinya masih sangat rendah, beberapa bahan superkonduktor sudah
    diapplikasikan dalam bidang kehidupan sehari-hari. Untuk bidang penelitian:
    Akselerator elektron,

    Akselerator partikel adalah
    mesin yang menggunakan medan elektromagnetik untuk
    mendorong partikel bermuatan ke
    kecepatan dan energi yang sangat tinggi untuk menahannya dalam sinar yang
    terdefinisi dengan baik . Akselerator kecil digunakan untuk penelitian
    mendasar dalam fisika partikel . Akselerator juga
    digunakan sebagai sumber cahaya sinkrotron untuk
    studi fisika benda terkondensasi .
    Akselerator partikel yang lebih kecil digunakan dalam berbagai macam aplikasi,
    termasuk terapi partikel untuk tujuan onkologi ,
    produksi radioisotop untuk
    diagnostik medis, implanter ion untuk pembuatan semikonduktor ,
    dan spektrometer massa akselerator untuk
    pengukuran isotop langka seperti radiokarbon .

    Kebutuhan
    kawat supekonduktor untuk penyaluran energi listrik bertengangan tinggi terus
    meningkat. Apalagi di masa terbatasnya sumber energi. Maka efisiensi, termasuk
    dalam distribusi tenaga listrik harus diupayakan semaksimal mungkin. Effisiensi
    yang sangat tinggi hanya dapat disediakan oleh kawat berbahan superkonduktor.


    Spektrometer NMR
    (Nuclear Magnetic Resonance) adalah perangkat alat yang digunakan
    untuk mempelajari struktur molekul, interaksi molekul, kinetika atau dinamika
    molekul, dan komposisi campuran biologi, larutan hasil sintesis, atau
    komposit. Yang menjadi kelebihan Spektrometer NMR adalah, alat ini
    mempunyai  kemampuan untuk analisis yang bersifat tidak merusak
    sampel (non-destructive); sehingga menjadi peralatan yang sangat diminati oleh
    banyak peneliti.

    Bidang
    Kedokteran: MRI (Magnetic Resonance Imaging) adalah teknologi pencitraan
    medis yang memanfaatkan medan magnet kuat, dan gelombang radio untuk
    menghasilkan gambar rinci dari organ dan jaringan tubuh pada manusia. Medan
    magnet kuat dapat dihasilkan oleh bahan superkonduktor. Tidak seperti
    sinar-X atau CT Scan yang menggunakan radiasi, MRI bekerja dengan prinsip memanipulasi
    partikel dalam tubuh (proton) manusia dengan menggunakan medan
    magnet. Prinsip kerja ini akan menghasilkan gambar berdasarkan perbedaan
    sifat fisik dalam jaringan tubuh. Oleh karena itu, MRI sering digunakan
    untuk memeriksa bagian vital tubuh seperti otak, bahagian sumsum tulang
    belakang dan jantung serta digunakan pula untuk mendeteksi jaringan lunak
    lainnya. Dengan demikian MRI merupakan perangkat alat primadona di bidang
    kedokteran. Hal yang masih menjadi penghalangnya adalah mahalnya biaya
    operasional karena temperatur kritis yang masih rendah. Sehingga sampai saat
    ini pemeriksaan MRI masil relatif mahal. Bahan superkonduktor MgB2 (dengan
    Tc sekitar 39K) merupakan bahan utama pada applikasi MRI. Penelitian terus
    menerus dilakukan untuk bahan MgB2 ini. Meskipun belum berhasil menaikkan
    temperatur kritisnya, sifat lain telah dapat diperbaiki dengan perlakuan atau
    treatment yang diberikan. Dengan kebutuhnan peralatan maju (smart) di era 4.0
    ini, diharapkan biaya operasional dapat semakin direduksi.

    Di
    bidang transportasi,  transportasi dengan kereta api cepat Maglev
    nya, kereta api yang melayang di atas landasan rel  selama perjalan
    dengan kelajuan tinggi (500 km/jam), kelajuan yang setara dengan pesawat udara
    ukuran sedang. Di bidang energi, adanya kabel-kabel transmisi tegangan tinggi
    yang menggunakan kawat superkonduktor. (ms2)

    Tulisan
    ini terdiri dari 2 bagian, (Bagian 1, Pendahuluan, Bahan Superkonduktor, Perkembangan
    Bahan Superkonduktor dan Aplikasi Superkonduktor) sedangkan Bagian 2 nantinya :
    Metode Pembuatan Superkonduktor, Beberapa Hasil Penelitian Bidang
    Superkonduktor dan Kesimpulan).

     

     

  • Inovasi Superkapasitor Berbasis Limbah untuk Pengelolaan Energi Berkelanjutan : Studi Kelayakan Finansial & Dampak Sosial dalam Pengurangan Limbah Industri PT.INALUM & Pengembangan Energi Hijau

    Inovasi Superkapasitor Berbasis Limbah untuk Pengelolaan Energi Berkelanjutan : Studi Kelayakan Finansial & Dampak Sosial dalam Pengurangan Limbah Industri PT.INALUM & Pengembangan Energi Hijau

    oleh ;

    1. KH. Dr. Muhammad Sontang Sihotang
    S.Si, M.Si*.(Kepala Laboratorium Fisika Nuklir, Prodi Fisika, Fakultas
    Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Peneliti Pusat Unggulan Ipteks Karbon
    & Kemenyan-Universitas Sumatera Utara (USU)-Medan, Peserta 
    Pra Asesmen Mandiri
    (PAM) Indonesia Timur Gelombang VI, Mantan Wartawan / Kolumnis / Reporter,
    Kepala Biro dan Wilayah, Wakil Pemimpin Redaksi, Wakil Pimpinan Umum (dahulu
    & sekarang (Suara USU-Medan, Tabloid Bintang Sport Film (BSF)-Medan,
    Garuda-Harian Sore-Medan,Waspada-Medan,Tabloid Duta Bangsa- Jakarta, Dayak
    News, Garuda News, Portal Medan, Mabesnews, Wasantaranews, KomandoTopnews.

    2. Ir. Nuryana, (Direktur
    Kelembagaan dan Kerjasama YGSN (Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional), Assessor
    Nasional Pra Assessmen Mandiri (PAM) untuk Proses Pemilihan Nominasi Calon
    Komisaris Independen BUMN wilayah Indonesia Timur.

    3. Erlambang Trisakti, SH (Koordinator
    Nasional 
    Pra Asesmen Mandiri (PAM), Sekjen Garuda Asta Cita Nusantara
    (GAN), 

    4. Asnawi Yusuf (Koordinator
    Wilayah 
    Pra Asesmen Mandiri (PAM) Indonesia Timur).

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk
    mengembangkan superkapasitor berbasis limbah dengan
    memanfaatkan BFD (Baking Filter Dust), tulang ikan, tempurung
    kelapa, dan sekam padi sebagai bahan baku utama. Superkapasitor ini
    diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan energi, kecepatan
    pengisian, dan ketahanan siklus dengan pendekatan ramah lingkungan melalui
    penggunaan limbah industri dan organik. Metode penelitian melibatkan proses
    pengolahan limbah untuk menghasilkan komposit yang optimal dalam menyimpan
    energi. Penelitian ini juga mendukung ekonomi hijau, ekonomi biru,
    dan ekonomi sirkular dalam konteks pencapaian SDG’s serta
    meraih Proper Gold Award. Diharapkan penelitian ini memberikan kontribusi
    pada pengembangan teknologi penyimpanan energi yang lebih efisien, terjangkau,
    dan berkelanjutan.

    Kata Kunci : Superkapasitor,
    Limbah, Ekonomi Hijau, SDGs, Energi

    Pendahuluan

    Latarbelakang Masalah

    Peningkatan kebutuhan energi dan
    pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi fokus utama dalam upaya mencapai
    keberlanjutan global. Salah satu teknologi yang berpotensi mendukung solusi
    energi terbarukan adalah superkapasitor, yang memiliki keunggulan dalam
    kecepatan pengisian dan ketahanan siklus yang lebih baik dibandingkan dengan
    baterai konvensional. Superkapasitor, yang mengguna- kan mekanisme penyimpanan
    energi elektrostatis, sangat penting dalam aplikasi yang memerlukan daya tinggi
    dalam waktu singkat, seperti kendaraan listrik, penyimpanan energi untuk energi
    terbarukan, dan perangkat elektronik portabel.

    Namun, salah satu tantangan utama
    dalam pengembangan superkapasitor adalah kebutuhan akan bahan baku yang
    berkualitas tinggi dan terjangkau, serta proses produksi yang ramah lingkungan.
    Sebagian besar bahan yang digunakan dalam pembuatan superkapasitor masih
    mengandalkan sumber daya tidak terbarukan atau material yang mahal, yang meningkatkan
    biaya produksi dan berpotensi membebani lingkungan.

    Untuk mengatasi hal tersebut,
    diperlukan inovasi dalam menggunakan limbah industri dan organik sebagai bahan
    baku dalam pembuatan superkapasitor. Pemanfaatan limbah tidak hanya dapat
    mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan solusi
    dalam mengurangi biaya produksi dan mendukung prinsip ekonomi sirkular. Limbah
    seperti BFD (Baking Filter Dust) dari industri aluminium, tulang ikan, cangkang
    kerang, tempurung kelapa, dan sekam padi memiliki potensi besar sebagai
    material konduktif dan penyimpan energi dalam superkapasitor.

    BFD (Baking Filter Dust), yang
    dihasilkan dari proses pemurnian logam aluminium, memiliki senyawa yang dapat
    meningkatkan konduktivitas listrik. Sementara itu, tulang ikan mengandung
    kalsium fosfat yang memiliki kemampuan meningkatkan kapasitas penyimpanan
    energi. Tempurung kelapa dan sekam padi, yang dapat diolah menjadi karbon
    aktif, menawarkan potensi besar dalam meningkatkan kapasitas penyimpanan energi
    dan konduktivitas. Pemanfaatan limbah organik dan industri ini mendukung
    prinsip zero waste dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, serta dapat
    digunakan untuk mengembangkan superkapasitor yang lebih efisien dan
    berkelanjutan.

    Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan
    teknologi ramah lingkungan, penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi
    limbah-limbah tersebut dalam pembuatan superkapasitor, serta mengkaji dampaknya
    terhadap penerapan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi sirkular. Melalui inovasi
    ini, diharapkan dapat tercipta teknologi penyimpanan energi yang lebih
    terjangkau, efisien, dan ramah lingkungan, yang mendukung pencapaian Tujuan
    Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) serta meraih Proper Gold Award yang
    mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan.

    Dengan latar belakang tersebut,
    penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi superkapasitor
    berbasis limbah sebagai solusi untuk tantangan teknologi penyimpanan energi di
    masa depan.

    Rumusan Masalah

    Bagaimana potensi limbah PT. Inalum Baking
    Filter Dust (BFD) dan tulang ikan dalam pembuatan komposit untuk superkapasitor
    ?.

    Bagaimana sifat fisik dan kimia
    komposit limbah BFD dan tulang ikan sebagai bahan superkapasitor ?.

    Sejauh mana komposit tersebut mampu
    meningkatkan kapasitas penyimpanan energi dan stabilitas siklus superkapasitor ?.

    Tujuan

    Penelitian ini bertujuan untuk
    mencapai beberapa tujuan utama yang berkaitan dengan pengembangan
    superkapasitor berbasis limbah dan penerapan ekonomi sirkular :

    Menilai potensi limbah BFD dan tulang
    ikan sebagai bahan dasar pembuatan komposit superkapasitor.

    Menguji sifat fisik dan kimia
    komposit limbah BFD dan tulang ikan dalam aplikasi superkapasitor.

    Menilai performa superkapasitor
    berbasis komposit limbah BFD dan tulang ikan dalam hal kapasitas penyimpanan
    energi dan daya tahan siklus.

    Objektif

    Adapun objektif kajian ini adalah
    sebagai berikut:

    Mengembangkan superkapasitor berbasis
    limbah industri dan organik: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
    potensi BFD (Baking Filter Dust), tulang ikan, tempurung kelapa, dan sekam padi
    sebagai bahan baku utama untuk pembuatan superkapasitor yang lebih ramah
    lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.

    Menilai kinerja superkapasitor:
    Menganalisis kapasitas penyimpanan energi, konduktivitas listrik, kecepatan
    pengisian, dan ketahanan siklus dari superkapasitor yang dihasilkan menggunakan
    komposit bahan limbah tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa penggunaan
    limbah dapat meningkatkan performa dan efisiensi superkapasitor.

    Menilai dampak terhadap ekonomi hijau
    dan sirkular: Menilai bagaimana penggunaan limbah dapat mendukung ekonomi
    hijau, ekonomi biru, dan ekonomi sirkular, serta berkontribusi pada pengurangan
    limbah, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, dan pencapaian Tujuan Pembangunan
    Berkelanjutan (SDG’s).

    Mencapai penghargaan Proper Gold:
    Mengembangkan teknologi yang sesuai dengan standar Proper Gold Award, yang
    mencerminkan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang baik dan
    keberlanjutan dalam industri, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi
    masyarakat dan lingkungan.

    Menghasilkan model bisnis untuk
    komersialisasi teknologi: Menganalisis potensi pasar dan merancang model bisnis
    yang berbasis pada teknologi superkapasitor limbah, yang melibatkan pemangku
    kepentingan seperti industri energi terbarukan, startup teknologi hijau, dan
    sektor pemerintahan.

    Mengevaluasi kelayakan finansial:
    Melakukan analisis keuangan melalui NPV, IRR, BEP, RoI, dan Payback Period
    untuk menilai kelayakan finansial dari penerapan teknologi superkapasitor
    berbasis limbah dalam skala industri.

    Dengan tujuan-tujuan tersebut,
    penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam
    pengembangan teknologi penyimpanan energi yang lebih ramah lingkungan,
    terjangkau, dan berkelanjutan, serta mendukung penerapan prinsip ekonomi
    sirkular di berbagai sektor industri.

    Manfaat

    Penelitian ini diharapkan dapat
    memberikan berbagai manfaat yang signifikan baik secara ilmiah, teknologis,
    lingkungan, maupun ekonomi. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini
    antara lain:

    Manfaat Ilmiah :

    Inovasi Teknologi Penyimpanan Energi:
    Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan teknologi superkapasitor
    yang lebih efisien dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah industri dan
    organik sebagai bahan baku utama. Hal ini dapat memperkaya literatur ilmiah
    tentang material konduktif berbasis limbah dan aplikasinya dalam penyimpanan
    energi.

    Pemahaman Baru tentang Pemanfaatan
    Limbah: Penelitian ini berkontribusi dalam memperkenalkan konsep pemanfaatan
    limbah sebagai material yang bernilai untuk teknologi energi, mengarah pada
    penerapan lebih luas dalam pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

    Manfaat Teknologis :

    Pengembangan Superkapasitor yang
    Ramah Lingkungan: Penelitian ini dapat menghasilkan superkapasitor berbasis
    limbah yang lebih terjangkau dan berkelanjutan untuk aplikasi energi terbarukan
    dan perangkat elektronik. Penggunaan bahan baku limbah dapat mengurangi
    ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan, mendukung
    pengurangan emisi karbon dan mengurangi pencemaran lingkungan.

    Peningkatan Efisiensi Penyimpanan Energi:
    Superkapasitor yang dihasilkan diharapkan memiliki kapasitas penyimpanan energi
    yang lebih besar, kecepatan pengisian yang lebih cepat, dan ketahanan siklus
    yang lebih panjang dibandingkan dengan teknologi penyimpanan energi
    konvensional.

    Manfaat Lingkungan :

    Dukungan terhadap Ekonomi Sirkular:
    Penelitian ini mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan mengurangi limbah yang
    dihasilkan oleh industri dan sektor pertanian, serta mengubah limbah tersebut
    menjadi produk yang berguna, yaitu superkapasitor. Dengan demikian, penelitian
    ini berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan dan pemanfaatan sumber
    daya yang lebih efisien.

    Pengurangan Dampak Lingkungan dari
    Bahan Konvensional: Dengan mengurangi penggunaan bahan baku sintetik dan
    konvensional yang cenderung lebih merusak lingkungan, penelitian ini menawarkan
    solusi ramah lingkungan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

    Manfaat Ekonomi :

    Pengurangan Biaya Produksi:
    Penggunaan limbah industri dan organik sebagai bahan baku utama dapat
    mengurangi biaya produksi superkapasitor, menjadikannya lebih terjangkau dan
    ekonomis dibandingkan dengan superkapasitor yang menggunakan bahan baku konvensional.
    Hal ini juga membuka peluang bisnis baru di sektor pengelolaan limbah dan
    energi terbarukan.

    Peningkatan Daya Saing Industri
    Energi Terbarukan: Dengan menggunakan bahan baku limbah yang lebih murah dan
    ramah lingkungan, penelitian ini dapat memberikan alternatif teknologi yang
    lebih kompetitif bagi industri energi terbarukan, membantu industri ini
    mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya saing di pasar global.

    Penciptaan Lapangan Kerja: Penelitian
    ini berpotensi membuka peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru, terutama
    dalam industri pengelolaan limbah dan energi terbarukan, serta memperkuat
    ekonomi hijau dan sirkular yang sedang berkembang.

    Manfaat Sosial :

    Pemberdayaan Komunitas Lokal:
    Penggunaan limbah organik seperti sekam padi dan tulang ikan sebagai bahan baku
    dapat memberdayakan komunitas lokal, khususnya di daerah yang bergantung pada
    sektor pertanian dan perikanan. Dengan demikian, penelitian ini dapat
    berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi lokal.

    Peningkatan Kesadaran Lingkungan:
    Melalui penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan
    industri mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang efisien dan berkelanjutan,
    serta pentingnya beralih ke teknologi energi ramah lingkungan.

    Manfaat Kebijakan & Regulasi :

    Mendukung Kebijakan Energi Nasional:
    Penelitian ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong energi
    terbarukan dan pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Dengan demikian, hasil
    penelitian ini dapat menjadi referensi kebijakan untuk mendukung transisi
    energi di Indonesia.

    Penghargaan Proper Gold: Pencapaian
    Proper Gold Award dalam penelitian ini akan memberikan pengakuan internasional
    terhadap keberlanjutan dan tata kelola lingkungan yang baik, yang pada
    gilirannya dapat mendorong implementasi kebijakan yang lebih proaktif terhadap
    teknologi hijau dan pengelolaan limbah.

    Manfaat Umum

    Inovasi Teknologi: Penelitian ini
    berpotensi menghasilkan inovasi dalam bidang teknologi penyimpanan energi
    dengan menggunakan material ramah lingkungan dan limbah industri.

    Keberlanjutan Lingkungan: Pemanfaatan
    limbah BFD dan tulang ikan dapat mengurangi dampak negatif limbah industri dan
    biologis terhadap lingkungan.

    Peningkatan Ekonomi Lokal:
    Pemanfaatan limbah lokal seperti tulang ikan dapat membuka peluang baru di
    industri pengolahan bahan baku alami yang lebih berkelanjutan.

    Asumsi & Hipotesis

    Ketersediaan Limbah: Diasumsikan
    bahwa limbah BFD, tulang ikan, tempurung kelapa, dan sekam padi tersedia dalam
    jumlah yang cukup untuk mendukung proses produksi superkapasitor. Limbah-limbah
    ini dapat diakses dengan biaya yang terjangkau dan mudah diolah di skala
    industri.

    Efektivitas Proses Pengolahan:
    Diasumsikan bahwa proses pengolahan bahan limbah untuk menghasilkan komposit
    yang berkualitas tinggi dapat dilakukan dengan efisien menggunakan teknologi
    pengolahan sederhana, seperti pirolisis, pembakaran, dan penggilingan.

    Kinerja Superkapasitor: Diasumsikan
    bahwa penggunaan BFD, tulang ikan, tempurung kelapa, dan sekam padi sebagai
    bahan baku utama dalam pembuatan superkapasitor dapat menghasilkan kapasitas
    penyimpanan energi, kecepatan pengisian, dan ketahanan siklus yang sebanding
    dengan superkapasitor konvensional berbasis bahan baku sintetik.

    Penerimaan Pasar: Diasumsikan bahwa
    pasar energi terbarukan dan perangkat penyimpanan energi akan menerima
    teknologi superkapasitor berbasis limbah sebagai alternatif yang lebih
    terjangkau dan ramah lingkungan, serta memenuhi standar kualitas dan kinerja
    yang dibutuhkan oleh industri.

    Dukungan Regulasi: Diasumsikan bahwa
    penelitian ini sejalan dengan kebijakan energi terbarukan dan pengelolaan
    limbah di Indonesia, dan akan mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait
    untuk implementasi skala lebih besar, termasuk penghargaan Proper Gold.

    Hipotesis Utama:

    Penggunaan limbah BFD, tulang ikan,
    tempurung kelapa, dan sekam padi sebagai bahan baku utama dalam pembuatan
    superkapasitor dapat menghasilkan kinerja superkapasitor yang setara atau lebih
    baik dalam hal kapasitas penyimpanan energi, kecepatan pengisian, dan ketahanan
    siklus dibandingkan dengan superkapasitor berbasis bahan baku konvensional.

    Hipotesis Tambahan:

    Hipotesis 1: Penggunaan limbah
    industri dan organik dalam pembuatan superkapasitor dapat mendukung ekonomi
    sirkular dengan mengurangi jumlah limbah yang terbuang dan mengoptimalkan
    pemanfaatannya sebagai material konduktif dan penyimpan energi.

    Hipotesis 2: Teknologi
    superkapasitor berbasis limbah ini memiliki potensi pasar yang luas di sektor
    energi terbarukan dan perangkat penyimpanan energi, karena biaya produksi yang
    lebih rendah dan keberlanjutan yang lebih baik dibandingkan dengan teknologi
    superkapasitor berbasis bahan konvensional.

    Hipotesis 3: Penerapan
    teknologi superkapasitor berbasis limbah ini akan memberikan dampak positif
    terhadap pencapaian SDGs, terutama dalam aspek pengelolaan limbah, energi
    terbarukan, dan keberlanjutan industri.

    Hipotesis 4: Dengan
    implementasi yang tepat, superkapasitor berbasis limbah ini memiliki potensi
    untuk meraih penghargaan Proper Gold sebagai bentuk pengakuan terhadap
    keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang baik.

    Concept Mapping
    Filosofi Kajian

    Berikut adalah Concept
    Map untuk menggambarkan filosofi kajian dari penelitian
    tentang superkapasitor berbasis limbah dan aplikasinya dalam
    mendukung ekonomi hijau, ekonomi biru, serta ekonomi sirkular:

    Penjelasan Filosofi
    Kajian:

    Filosofi
    Keberlanjutan:

    Keberlanjutan adalah
    prinsip utama dalam penelitian ini, yang mencakup pengelolaan limbah, energi
    terbarukan, dan ekonomi yang ramah lingkungan. Tujuan utama adalah
    mengembangkan teknologi superkapasitor berbasis limbah yang mendukung energi
    terbarukan dan pengurangan emisi karbon, serta mendukung ekonomi hijau, biru,
    dan sirkular.

    Ekonomi Hijau:

    Dalam konteks ini,
    penelitian ini berfokus pada energi terbarukan dan pengelolaan limbah secara
    efisien. Limbah seperti BFD, tulang ikan, tempurung kelapa, dan sekam padi
    digunakan sebagai bahan baku utama, yang tidak hanya mengurangi biaya produksi
    tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah dan pencemaran.

    Ekonomi Biru:

    Pengelolaan sumber
    daya laut seperti tulang ikan dan cangkang kerang berhubungan dengan ekonomi
    biru, yang mencakup pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dari sektor
    kelautan, serta penggunaan limbah laut untuk inovasi teknologi yang ramah
    lingkungan.

    Ekonomi Sirkular:

    Prinsip ekonomi
    sirkular tercermin dari pemanfaatan limbah yang sebelumnya dianggap tidak
    berguna, diubah menjadi material yang berguna untuk menghasilkan
    superkapasitor. Proses ini mengarah pada pengurangan sampah dan pemanfaatan
    kembali sumber daya, yang dapat diterapkan dalam industri yang lebih luas.

    Limbah Organik dan
    Industri sebagai Bahan Superkapasitor:

    Limbah-limbah seperti
    BFD, tulang ikan, tempurung kelapa, dan sekam padi diproses untuk menjadi bahan
    baku yang dapat meningkatkan kinerja superkapasitor. Tulang ikan menyediakan
    porositas untuk kapasitas penyimpanan energi, tempurung kelapa dan sekam padi
    memberikan karbon aktif yang meningkatkan kapasitas penyimpanan dan
    konduktivitas listrik, sementara BFD meningkatkan stabilitas dan konduktivitas.

    Pengembangan Kinerja
    Superkapasitor:

    Fokus utama
    penelitian ini adalah meningkatkan kinerja superkapasitor, termasuk kapasitas
    penyimpanan energi yang lebih tinggi, kecepatan pengisian yang lebih cepat, dan
    ketahanan siklus yang lebih panjang. Dengan menggunakan limbah sebagai bahan
    baku, diharapkan dapat mengurangi biaya produksi dan mendorong adopsi teknologi
    energi ramah lingkungan.

    Pencapaian SDG’s
    & Proper Gold Award:

    Penelitian ini
    mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), khususnya dalam pengelolaan
    limbah dan energi terbarukan, dengan tujuan akhir untuk meraih penghargaan
    Proper Gold Award, yang menilai kinerja keberlanjutan lingkungan industri.

    Skop Penelitian

    Penelitian ini
    bertujuan untuk mengembangkan superkapasitor berbasis limbah yang dapat
    meningkatkan kapasitas penyimpanan energi, konduktivitas listrik, dan ketahanan
    siklus, dengan menggunakan limbah industri dan organik. Untuk memastikan bahwa
    penelitian ini sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, skop penelitian akan
    dibatasi pada aspek-aspek berikut:

    1. Bahan Baku Limbah
    yang Digunakan

    Penelitian ini akan
    memfokuskan pada penggunaan empat jenis limbah utama, yaitu:

    BFD (Baking Filter
    Dust): Limbah yang dihasilkan dari proses pemurnian logam aluminium di PT.
    Inalum.

    Tulang Ikan: Limbah
    biologis dari industri perikanan, khususnya tulang ikan yang kaya akan kalsium
    fosfat.

    Tempurung Kelapa:
    Limbah organik yang dapat diubah menjadi karbon aktif.

    Sekam Padi: Limbah
    pertanian yang dapat diolah menjadi karbon aktif dengan kapasitas penyimpanan
    energi yang tinggi.

    Catatan: Meskipun
    cangkang kerang dan limbah plastik juga dapat digunakan, penelitian ini tidak
    akan memasukkan kedua jenis limbah tersebut dalam skop utama untuk menjaga
    fokus penelitian pada bahan yang lebih relevan dan lebih mudah diolah.

    2. Proses Pengolahan
    Limbah

    Penelitian ini akan
    mencakup beberapa proses pengolahan limbah sebagai berikut:

    Pengolahan BFD:
    Menggunakan pembakaran dan pencucian kimiawi untuk meningkatkan konduktivitas
    listrik dan mengurangi bahan berbahaya.

    Pengolahan Tulang
    Ikan: Menggunakan pembakaran dan penggilingan untuk mengubahnya menjadi
    nano-partikel yang meningkatkan porositas dan kapasitas penyimpanan energi.

    Pengolahan Tempurung
    Kelapa dan Sekam Padi: Kedua limbah ini akan diubah menjadi karbon aktif
    melalui pirolisis untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan energi dan
    konduktivitas listrik.

    3. Pembuatan Superkapasitor

    Penelitian ini akan mencakup pembuatan
    komposit superkapasitor dengan memadukan bahan-bahan limbah yang telah
    diproses. Langkah-langkah pembuatan superkapasitor meliputi:

    • Pencampuran
      bahan baku limbah (BFD, tulang ikan, tempurung kelapa, dan sekam
      padi) dengan binder (seperti resin atau epoxy) untuk membentuk
      komposit.
    • Pembentukan
      elektroda dan pemasangan komposit pada casing
      superkapasitor.
    • Pengujian
      kinerja meliputi kapasitas penyimpanan energi, kecepatan
      pengisian, dan ketahanan siklus.

    4. Pengujian Kinerja
    Superkapasitor

    Pengujian kinerja
    akan dilakukan untuk mengukur beberapa parameter berikut:

    Kapasitas Penyimpanan
    Energi: Diukur dalam satuan mAh/g.

    Kecepatan Pengisian:
    Waktu yang diperlukan untuk mengisi superkapasitor hingga kapasitas penuh.

    Ketahanan Siklus :
    Jumlah siklus pengisian dan pengosongan yang dapat dilakukan sebelum kapasitas
    superkapasitor menurun secara signifikan.

    5. Analisis Keuangan
    dan Model Bisnis

    Penelitian ini juga
    akan melakukan analisis keuangan untuk mengevaluasi kelayakan finansial
    dari implementasi teknologi superkapasitor berbasis limbah, dengan mencakup:

    • NPV (Net Present Value)
    • IRR (Internal Rate of Return)
    • Payback Period (PP)
    • Break-Even Point (BEP)
    • Return on Investment (RoI)

    Selain itu, model
    bisnis akan dianalisis untuk menggambarkan penerapan pasar, pengembangan
    produk, dan kemitraan industri yang mungkin diperlukan untuk skala
    komersial.

    Ruang Lingkup
    Geografis

    Penelitian ini akan
    dilakukan di laboratorium riset di universitas atau fasilitas pengolahan limbah
    yang telah memiliki fasilitas pengolahan bahan limbah industri dan organik,
    dengan sampel limbah yang diperoleh dari industri lokal di wilayah Indonesia.

    State of the Art

    Superkapasitor adalah
    teknologi penyimpanan energi yang digunakan dalam aplikasi yang
    membutuhkan pengisian cepat dan pengeluaran energi
    tinggi
     dalam waktu singkat, seperti pada kendaraan listrik, perangkat
    elektronik portabel, dan penyimpanan energi untuk sistem energi terbarukan.
    Superkapasitor memiliki keunggulan dibandingkan dengan baterai konvensional,
    yaitu kecepatan pengisian yang lebih cepat, ketahanan
    siklus
     yang lebih tinggi, dan kemampuan untuk bertahan lebih lama
    meskipun dalam siklus pengisian yang tinggi. Seiring dengan permintaan energi
    yang semakin meningkat dan kebutuhan untuk penyimpanan energi yang lebih
    efisien, inovasi dalam pengembangan superkapasitor menjadi sangat penting.

    Teknologi
    Superkapasitor Terkini

    Superkapasitor umumnya menggunakan
    bahan-bahan seperti karbon aktif, graphene, dan carbon
    nanotubes
     untuk menghasilkan kapasitas penyimpanan energi yang
    besar dan konduktivitas listrik yang tinggi. Bahan-bahan ini
    dapat menyimpan energi dalam elektroda melalui interaksi
    elektrostatis
    . Dalam beberapa tahun terakhir, fokus telah beralih pada
    penggunaan bahan-bahan berbasis alam dan limbah sebagai
    bahan alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan untuk superkapasitor.

    1. Bahan
      Baku Superkapasitor Konvensional
      :
      • Karbon
        Aktif
        :
        Karbon aktif yang diperoleh dari bahan alami seperti batok
        kelapa
        , arang, atau tungku pembakaran adalah
        salah satu material yang banyak digunakan dalam pembuatan superkapasitor
        (Zhang et al., 2019). Bahan ini menawarkan kapasitas penyimpanan energi
        yang cukup tinggi dan konduktivitas yang baik.
      • Graphene
        dan Carbon Nanotubes (CNTs)
        : Graphene dan CNTs adalah material yang
        telah banyak digunakan dalam riset superkapasitor karena kemampuannya
        yang luar biasa dalam konduktivitas listrik
         dan kapasitas
        penyimpanan energi
         (Baker et al., 2017). Meskipun material ini
        sangat efektif, biaya produksinya relatif tinggi, sehingga menghambat
        adopsi yang lebih luas dalam aplikasi industri.
    2. Superkapasitor
      Berbasis Limbah
      :
      Pemanfaatan limbah organik dan industri untuk
      pembuatan superkapasitor telah berkembang pesat dalam beberapa tahun
      terakhir. Ini mengarah pada pencarian bahan yang lebih murah dan berkelanjutan daripada
      bahan konvensional yang mahal dan sulit diperoleh. Penelitian terbaru
      menunjukkan bahwa berbagai jenis limbah dapat digunakan sebagai bahan
      komposit untuk superkapasitor, dengan keunggulan dalam mengurangi biaya
      produksi dan dampak lingkungan.
      • BFD
        (Baking Filter Dust)
        : Limbah dari industri aluminium, BFD,
        mengandung senyawa yang dapat digunakan untuk meningkatkan konduktivitas
        dan kestabilan superkapasitor (Hwang et al., 2018). Meskipun biasanya
        dianggap limbah berbahaya, BFD dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan
        bahan konduktif yang bermanfaat.
      • Tulang
        Ikan
        :
        Limbah biologis dari industri perikanan, khususnya tulang ikan, mengandung kalsium
        fosfat
         yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas
        penyimpanan energi
         dalam superkapasitor. Selain itu, tulang ikan
        memiliki struktur poros yang mendukung peningkatan area
        permukaan untuk penyimpanan energi (Xie et al., 2019).
      • Tempurung
        Kelapa
        :
        Tempurung kelapa telah banyak diteliti sebagai bahan yang dapat diproses
        menjadi karbon aktif untuk digunakan dalam
        superkapasitor. Karbon aktif dari tempurung kelapa memiliki luas
        permukaan tinggi
        , yang sangat ideal untuk penyimpanan energi dan konduktivitas
        listrik
         (Ramli et al., 2017).
      • Sekam
        Padi
        :
        Sekam padi merupakan limbah pertanian yang juga dapat diolah
        menjadi karbon aktif. Sekam padi mengandung selulosa dan lignin,
        yang dapat diubah menjadi karbon aktif yang
        memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup baik
        (Liu et al., 2019).

    Pengembangan
    Superkapasitor Berbasis Limbah

    Pemanfaatan limbah dalam pembuatan
    superkapasitor tidak hanya berfokus pada pengurangan biaya dan keberlanjutan,
    tetapi juga mencakup aspek teknologi tinggi dalam pembuatan
    komposit material dengan kinerja yang lebih baik. Penelitian
    terkini menunjukkan bahwa kombinasi beberapa bahan baku limbah, seperti BFD, tulang
    ikan
    , tempurung kelapa, dan sekam padi, dapat
    menghasilkan superkapasitor dengan kinerja lebih baik dibandingkan
    dengan menggunakan satu jenis bahan baku saja. Kolaborasi antara bahan-bahan
    ini dapat menghasilkan komposit dengan kapasitas penyimpanan energi yang
    lebih besar dan kecepatan pengisian yang lebih cepat, sambil
    mempertahankan keberlanjutan yang tinggi.

    • Komposit
      BFD dan Tulang Ikan
      : Kombinasi ini menawarkan konduktivitas
      tinggi
       dan kapasitas penyimpanan energi yang
      signifikan. BFD dapat memperkuat konduktivitas, sementara tulang ikan
      memberikan struktural poros untuk peningkatan penyimpanan
      muatan energi (Hwang et al., 2018).
    • Tempurung
      Kelapa dan Sekam Padi
      : Kedua bahan ini kaya akan karbon
      aktif
       dan memiliki luas permukaan tinggi, yang ideal
      untuk peningkatan kapasitas penyimpanan energi dalam
      superkapasitor (Ramli et al., 2017; Liu et al., 2019).

    Tulisan ini terbagi kedalam 4 seri (yang terhormat
    para pembaca sekalian, penulis memohon ampun & maaf atas kesabarannya menanti
    serial tulisan lainnya yang akan datang, in sha Alloooh akan kami sajikan ya
    Bapak / Ibu yang terkasih dimana-saja berada)…..(ms2)

  • Batalkan Privatisasi Pengelolaan Laboratorium dan Lahan Badan Riset dan Inovasi Nasional

    Batalkan Privatisasi Pengelolaan Laboratorium dan Lahan Badan Riset dan Inovasi Nasional

    PuspiptekSerpongPortalMedan//.Informasi ini didapat dari laman : https://www.change.org/p/
    batalkan-privatisasi-pengelolaan-laboratorium-dan-lahan-badan-riset-dan-inovasi-nasional?recruiter=
    1367313469&recruited_by_id=02c485e0-faf5-11ef-b42d-d5e0553c5eb7&utm_source=
    share_petition &utm_campaign=petition_ dashboard_ share_modal&utm_medium=copylink
    ,dan diperkuat juga oleh pernyataan tertulis oleh
    Peneliti Senior BRIN, Prof.Drs.Perdamean Sebayang, M.S, agar boleh diviralkan pernyataan
    dibawah ini  melalui percakapan via WA dengan awak media 9 maret
    2025.  

    Berikut isi dari majelis_penyelamat_riset
    ri
    , Saya adalah seseorang yang sangat
    peduli dengan independensi laboratorium dan kompetensi periset di Indonesia.
    Menurut saya, privatisasi pengelolaan laboratorium dan lahan Badan Riset dan
    Inovasi Nasional (BRIN) perlu dibatalkan.

    Peraturan Menteri Keuangan Republik
    Indonesia Nomor 40 Tahun 2024 yang melegalkan privatisasi pengelolaan Barang
    Milik Negara yang mendukung tugas dan fungsi Kementerian/Lembaga juga harus
    dicabut.

    Mengapa hal ini sangat penting ?. Karena
    independensi laboratorium sangat dibutuhkan oleh dunia industri Indonesia.

    Tidak hanya itu, hal ini juga penting
    untuk menjaga kompetensi sumber daya manusia (periset) Indonesia yang unggul.

    Kita semua tahu bahwa pemisahan
    sarana-prasarana laboratorium dari periset berdampak menurunkan kompetensi
    sumber daya manusia.

    Jadi, jika kita ingin menjaga masa depan
    Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,
    kita harus membela independensi pengelolaan laboratorium agar tetap dikelola
    oleh periset kita.

    Mari kita tanda-tangani petisi ini dan
    berjuang bersama demi masa depan yang lebih baik bagi penelitian dan inovasi di
    Indonesia dan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.(ms2)

     

     

  • Transformasi Ekosistem Bisnis Limbah Organik menjadi Solusi Berkelanjutan : Budidaya Maggot sebagai Inovasi Ekonomi Sirkular, Pengelolaan Lingkungan & Model Bisnis Berbasis Akuntansi Keuangan

    Transformasi Ekosistem Bisnis Limbah Organik menjadi Solusi Berkelanjutan : Budidaya Maggot sebagai Inovasi Ekonomi Sirkular, Pengelolaan Lingkungan & Model Bisnis Berbasis Akuntansi Keuangan

    oleh :

    1. KH.Dr.
    Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si* (Kepala Laboratorium Fisika Nuklir,
    Universitas Sumatera Utara-Medan, Mudir Jatman Idaroh Wustho Sumatera Utara
    & Wartawan Dayak News.

    2. Ir. Nuryana (Direktur Kelembagaan dan Kerjasama YGSN (Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional), Assessor Nasional Pra Assessmen Mandiri (Proses Pemilihan Nominasi Calon Komisaris Independen BUMN wilayah Indonesia Timur.Indonesia Timur).

    3. Drs. Muhammad Zaidun Sofyan M.Si
    (Dosen Program Studi Biologi, FMIPA USU)

    4. Prof.Saharman Gea,
    S.Si., M.Si, Ph.D (Dosen Program Studi Kimia (Nanoteknologi), FMIPA-USU-Medan)

    Abstrak

    Limbah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat
    menimbulkan permasalahan lingkungan. Salah satu solusi yang inovatif adalah
    memanfaat kannya sebagai pakan maggot (larva Black Soldier Fly / BSF). Maggot
    memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber protein untuk pakan ternak dan
    ikan, serta bahan baku berbagai produk inovatif. Artikel ini membahas
    pengelolaan limbah berbasis maggot, berbagai inovasi yang dapat dihasilkan dari
    maggot dan residunya, serta studi kelayakan model akuntansi keuangan bisnis
    budidaya maggot. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, budidaya maggot tidak
    hanya membantu mengurangi limbah organik tetapi juga berpotensi menjadi bisnis
    berkelanjutan dengan profitabilitas tinggi. Studi kelayakan bisnis ini mencakup
    estimasi biaya produksi, analisis pendapatan, titik impas (BEP/ Break Even
    Point), selisih antara nilai sekarang dari aliran kas masuk yang
    diharapkan & nilai sekarang dari aliran kas keluar yang dikeluarkan =NPV
    (Net Present Value), tingkat pengembalian investasi yang diharapkan dari
    suatu proyek atau investasi = IRR (Internal Rate of Return), rasio
    yang digunakan untuk mengukur efisiensi suatu investasi = ROI (Return
    on Investment) & periode waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan
    investasi awal yang dikeluarkan untuk suatu proyek atau investasi = PP (Payback
    Period) serta strategi investasi. Hasil kajian ini memberikan wawasan bagi
    akademisi, wirausahawan, dan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem bisnis
    yang berbasis pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.

    Kata kunci: limbah organik, maggot, ekonomi sirkular,
    inovasi produk, studi kelayakan, akuntansi bisnis.

    Pendahuluan

    Limbah organik yang tidak terkelola dengan baik dapat
    menjadi penyebab berbagai permasalahan lingkungan. Salah satu solusi yang kini
    banyak diterapkan adalah pemanfaatan limbah organik sebagai sumber pakan maggot
    (larva Black Soldier Fly/BSF). Maggot memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai
    pakan ternak & ikan, serta dapat menjadi bahan baku berbagai produk
    inovatif. Artikel ini membahas tata kelola limbah berbasis maggot, peluang
    inovasi yang muncul dari pemanfaatannya, serta studi kelayakan model akuntansi
    keuangan bisnis bagi wirausahawan yang tertarik dalam bidang ini.

    Latar Belakang Permasalahan

    Permasalahan limbah organik di Indonesia terus
    meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat. Sampah
    organik yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan pencemaran lingkungan,
    menghasilkan gas rumah kaca & menimbulkan bau yang tidak sedap. Sistem
    pengelolaan sampah yang kurang efektif, seperti pembuangan langsung ke TPA
    (Tempat Pembuangan Akhir) dan minimnya pemilahan sampah dari sumbernya,
    memperparah kondisi ini.

    Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan akan pakan ternak
    berkualitas tinggi mendorong pencarian alternatif yang lebih ekonomis dan
    berkelanjutan. Maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu
    solusi inovatif karena kemampuannya mengurai limbah organik dengan cepat
    sekaligus menghasilkan protein tinggi untuk pakan ternak & ikan. Namun,
    tantangan dalam implementasi sistem budidaya maggot masih cukup besar, seperti
    kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan regulasi, serta model ekosistem
    bisnis yang belum terstandarisasi secara luas.

    Oleh karena itu, diperlukan kajian mendalam mengenai
    tata kelola limbah berbasis maggot yang tidak hanya mampu mengatasi
    permasalahan lingkungan tetapi juga dapat dikembangkan sebagai peluang bisnis
    inovatif. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode pengelolaan limbah
    dengan maggot sehingga menuju konsep zero waste, sirkular ekonomi, inovasi
    produk turunannya, serta studi kelayakan model akuntansi keuangan bisnis agar
    dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pencapaian dalam beberapa indikator
    yang termaktub daam Program Sustainable Development Goals (SDG’s).

    Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan,
    terdapat beberapa permasalahan utama yang perlu dikaji lebih lanjut:

    1. Bagaimana tata kelola limbah organik yang
    efektif untuk mendukung budidaya maggot ?.

    2. Apa saja produk inovatif yang dapat dikembangkan
    dari maggot dan residunya ?.

    3. Bagaimana studi kelayakan model akuntansi
    keuangan dalam bisnis budidaya maggot agar dapat berkelanjutan &
    menguntungkan?

    Tujuan Kajian

    Berdasarkan rumusan masalah yang telah diidentifikasi,
    tujuan dari kajian ini adalah:

    1. Menganalisis strategi tata kelola limbah
    organik yang efektif untuk mendukung budidaya maggot.

    2. Mengeksplorasi berbagai inovasi produk yang
    dapat dikembangkan dari maggot dan residunya untuk meningkatkan nilai tambah.

    3. Melakukan studi kelayakan model akuntansi
    keuangan dalam bisnis budidaya maggot guna memastikan keberlanjutan &
    profitabilitas usaha.

    Objektif Kajian

    Kajian ini bertujuan untuk:

    1. Mengidentifikasi metode pengelolaan limbah
    organik yang dapat diintegrasikan dalam budidaya maggot secara efektif.

    2. Mengembangkan konsep inovasi produk berbasis
    maggot yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi & lingkungan.

    3. Menganalisis model akuntansi keuangan bisnis
    budidaya maggot untuk memastikan keberlanjutan usaha.

    4. Menyediakan panduan bagi pemangku kepentingan
    dalam implementasi budidaya maggot sebagai solusi ekonomi sirkular.

    Manfaat Kajian

    Kajian ini memiliki beberapa manfaat yang dapat
    memberikan kontribusi positif bagi berbagai pihak, antara lain:

    1. Bagi Lingkungan – Mengurangi jumlah
    limbah organik yang mencemari lingkungan dan mempercepat proses dekomposisi
    alami melalui budidaya maggot.

    2. Bagi Peternak dan Pembudidaya Ikan –
    Menyediakan alternatif sumber pakan berkualitas tinggi dengan harga lebih
    ekonomis dibandingkan pakan konvensional.

    3. Bagi Wirausahawan – Memberikan peluang
    bisnis baru berbasis ekonomi sirkular dengan potensi keuntungan yang tinggi.

    4. Bagi Pemerintah & Regulator – Sebagai
    bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan terkait pengelolaan limbah
    &  industri berbasis maggot.

    5. Bagi Akademisi & Peneliti –
    Menyediakan referensi ilmiah mengenai pengelolaan limbah organik & inovasi
    berbasis maggot.

    Asumsi & Hipotesis Kajian

    Asumsi Kajian

    1. Limbah organik dapat dikumpulkan &
    dikelola dengan metode yang efektif untuk mendukung budidaya maggot.

    2. Maggot memiliki nilai ekonomi tinggi
    &  dapat dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif.

    3. Model bisnis berbasis maggot dapat
    menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan jika dikelola dengan sistem
    akuntansi keuangan yang baik.

    4. Masyarakat dan pemerintah memiliki kesadaran
    yang semakin meningkat terhadap ekonomi sirkular & pengelolaan limbah yang
    berkelanjutan.

    Hipotesis Kajian

    1. Tata kelola limbah organik berbasis maggot
    dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sampah & mengurangi dampak
    lingkungan.

    2. Produk turunan maggot, seperti tepung maggot
    & pupuk organik, memiliki potensi pasar yang besar & dapat meningkatkan
    nilai ekonomi dari budidaya maggot.

    3. Studi kelayakan akuntansi bisnis maggot dapat
    membuktikan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan dalam jangka panjang.

    State of the Art Kajian

    State of the art dalam kajian ini merujuk pada
    perkembangan terkini dalam pengelolaan limbah organik berbasis maggot serta
    model bisnis yang mendukung keberlanjutannya. Beberapa studi
    &  inovasi yang telah dilakukan sebelumnya meliputi:

    1. Pengelolaan Limbah Berbasis Maggot

    o    Kajian terbaru menunjukkan
    bahwa maggot Black Soldier Fly (BSF) mampu mengurai limbah organik dengan
    efisiensi tinggi, mengurangi emisi gas rumah kaca, & menghasilkan produk
    bernilai ekonomi.

    o    Implementasi sistem
    pengolahan limbah menggunakan maggot telah diterapkan di beberapa negara sebagai
    alternatif pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

    2. Inovasi Produk Berbasis Maggot

    o    Produk turunan seperti tepung
    maggot telah dikembangkan sebagai sumber protein alternatif yang lebih ramah
    lingkungan dibandingkan tepung ikan.

    o    Minyak maggot mulai diteliti
    untuk digunakan dalam industri kosmetik dan farmasi.

    o    Pemanfaatan residu maggot
    sebagai pupuk organik menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian secara
    signifikan.

    3. Model Akuntansi & Bisnis Berbasis Maggot

    o    Studi kelayakan bisnis
    menunjukkan bahwa budidaya maggot memiliki Return on Investment (ROI) yang
    tinggi jika dikelola dengan efisiensi biaya dan strategi pemasaran yang tepat.

    o    Model ekonomi sirkular dalam
    industri maggot semakin berkembang, dengan konsep zero waste yang menjadikan
    limbah sebagai sumber daya bernilai.

    4. Peran Pemerintah & Regulasi

    o    Beberapa kebijakan tentang
    pengelolaan limbah & keberlanjutan bisnis berbasis maggot telah mulai
    diterapkan di berbagai negara.

    o    Peraturan mengenai keamanan
    pangan dan lingkungan menjadi tantangan dalam mengembangkan produk turunan
    maggot untuk konsumsi luas.

    Kajian ini akan memperkaya state of the art dengan
    mengeksplorasi tata kelola limbah organik yang lebih efisien, inovasi produk
    yang berpotensi dikomersialisasikan, serta model bisnis
    &  akuntansi yang dapat diterapkan dalam skala usaha kecil hingga
    industri besar.

    Grand Theory Kajian

    Grand theory yang menjadi dasar kajian ini
    adalah Teori Ekonomi Sirkular, Teori Keberlanjutan, & Teori
    Inovasi Bisnis, yang menjelaskan bagaimana pengelolaan limbah organik dapat
    memberikan manfaat ekonomi, sosial & lingkungan yang berkelanjutan.

    1. Teori Ekonomi Sirkular (Ellen MacArthur
    Foundation, 2012)

    o    Ekonomi sirkular berfokus
    pada pemanfaatan ulang sumber daya agar tetap berada dalam sistem ekonomi
    selama mungkin.

    o    Dalam konteks budidaya
    maggot, limbah organik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dikonversi
    menjadi produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak, pupuk organik, dan
    bioplastik.

    2. Teori Keberlanjutan (Brundtland Report,
    1987)

    o    Pembangunan berkelanjutan
    mengacu pada upaya memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan
    generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.

    o    Budidaya maggot sebagai
    metode pengolahan limbah selaras dengan prinsip keberlanjutan karena mampu
    mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta mengurangi dampak
    negatif terhadap lingkungan.

    3. Teori Inovasi Bisnis (Schumpeter, 1934)

    o    Inovasi bisnis mendorong
    penciptaan nilai baru melalui penggunaan teknologi, model bisnis baru &
    efisiensi produksi.

    o    Pengembangan industri
    berbasis maggot menciptakan peluang inovatif dalam sektor pertanian,
    peternakan, dan industri pangan melalui pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya
    terbuang.

    Grand theory ini menjadi landasan dalam mengembangkan
    strategi tata kelola limbah organik berbasis maggot, menciptakan inovasi produk
    & membangun model bisnis yang berkelanjutan.


    Kajian Literatur

    Kajian literatur ini merangkum berbagai
    Kajian  &  referensi yang relevan dengan tata kelola
    limbah berbasis maggot, inovasi produk, serta studi kelayakan bisnisnya.

    1. Pengelolaan Limbah Berbasis Maggot

    Menurut Diener et al. (2011), maggot Black Soldier Fly
    (BSF) mampu mengurai limbah organik dengan efisiensi tinggi
    &  menghasilkan biomassa bernutrisi yang dapat dimanfaatkan
    sebagai pakan ternak.

    Penelitian Banks et al. (2014) menunjukkan bahwa
    sistem pengelolaan limbah menggunakan maggot dapat mengurangi emisi gas rumah
    kaca dibandingkan metode konvensional seperti landfill & pembakaran sampah.

    Menurut Gold et al. (2020), budidaya maggot telah
    diadopsi di berbagai negara sebagai solusi pengelolaan limbah berkelanjutan,
    terutama dalam konteks ekonomi sirkular.

    2. Inovasi Produk Berbasis Maggot

    Penelitian Smetana et al. (2019) mengungkapkan bahwa
    tepung maggot dapat menjadi alternatif sumber protein yang lebih ramah
    lingkungan dibandingkan tepung ikan dalam industri pakan ternak &
    akuakultur.

    Menurut Surendra et al. (2016), minyak maggot memiliki
    kandungan asam lemak esensial yang dapat digunakan dalam industri kosmetik
    & farmasi.

    Studi Van Huis et al. (2013) menyoroti potensi maggot
    dalam mendukung ketahanan pangan melalui diversifikasi sumber protein
    alternatif yang lebih berkelanjutan.

    3. Model Akuntansi Keuangan & Kelayakan Bisnis
    Maggot

    Kajian Newton et al. (2005) menyatakan bahwa bisnis
    berbasis maggot memiliki Return on Investment (ROI) yang tinggi jika dikelola
    dengan baik.

    Menurut Lundy et al. (2021), model bisnis budidaya
    maggot dapat dikembangkan dengan konsep ekonomi sirkular untuk meningkatkan
    efisiensi sumber daya & mengurangi limbah.

    Studi oleh Halloran et al. (2018) membahas tantangan
    & peluang dalam pemasaran produk berbasis serangga, termasuk maggot, dalam
    skala global.

    4. Peran Regulasi dan Pemerintah

    FAO (2013) mengidentifikasi regulasi terkait keamanan
    pangan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan produk berbasis maggot.

    Menurut EFSA (2015), aspek keamanan
    &  kesehatan dalam penggunaan maggot sebagai pakan perlu
    dievaluasi secara mendalam sebelum diadopsi dalam skala industri.

    Studi IPIFF (2020) menunjukkan bahwa dukungan
    kebijakan dari pemerintah dapat mempercepat adopsi budidaya maggot dalam sektor
    peternakan & industri pangan.

    Kajian literatur ini menjadi dasar dalam mengembangkan
    strategi tata kelola limbah organik berbasis maggot, menciptakan inovasi produk
    & membangun model bisnis yang berkelanjutan.

    Metodologi Kajian

    Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif &  kuantitatif untuk
    menganalisis tata kelola limbah berbasis maggot, inovasi produk, serta studi
    kelayakan bisnisnya.

    1. Pendekatan Kualitatif

    Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami pola
    pengelolaan limbah berbasis maggot serta tantangan & peluang bisnisnya.
    Metode yang digunakan meliputi:

    Studi Literatur: Mengkaji berbagai referensi ilmiah,
    kebijakan, dan praktik terbaik dalam budidaya maggot & ekonomi sirkular.

    Wawancara Mendalam: Melakukan wawancara dengan para
    pelaku usaha budidaya maggot, akademisi & pemangku kepentingan terkait.

    Observasi Lapangan: Mengamati langsung sistem budidaya
    maggot yang diterapkan oleh peternak & pengelola limbah.

    2. Pendekatan Kuantitatif

    Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur aspek
    finansial & potensi pasar dalam bisnis maggot. Metode yang digunakan
    meliputi:

    Analisis Data Sekunder: Menggunakan data produksi
    maggot, biaya operasional & harga jual dari berbagai sumber terpercaya.

    Perhitungan Break-Even Point (BEP): Menghitung titik
    impas dalam usaha budidaya maggot untuk menilai kelayakan bisnisnya.

    Survey Pasar: Mengumpulkan data dari peternak,
    pembudidaya ikan & pelaku usaha terkait mengenai minat terhadap produk
    berbasis maggot.

    Pendekatan gabungan ini memberikan gambaran menyeluruh
    mengenai potensi budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan limbah yang
    inovatif &  bisnis yang berkelanjutan.


    Skema 1 : Zat Gizi & Nutrisi yang tekandung dalam Maggot meliputi Protein, Lemak, Asam Amino Esensial, dan mineral dengan satuan & kandungan seperti disajikan diatas (tabel) : 

    Analisis SWOT

    Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi kekuatan,
    kelemahan, peluang & ancaman dalam penerapan budidaya maggot untuk
    pengelolaan limbah dan inovasi bisnis.

    1. Strengths (Kekuatan)

    Efisiensi Pengelolaan Limbah: Maggot dapat mengurai
    limbah organik dengan cepat &  efisien.

    Sumber Protein Alternatif: Maggot memiliki kandungan
    protein tinggi yang cocok untuk pakan ternak & ikan.

    Daur Ulang Sumber Daya: Produk sampingan seperti pupuk
    organik dari frass maggot meningkatkan nilai ekonomi.

    Ekonomi Sirkular: Budidaya maggot mendukung sistem
    produksi yang ramah lingkungan.

    2. Weaknesses (Kelemahan)

    Kurangnya Kesadaran Masyarakat: Banyak masyarakat yang
    masih belum memahami manfaat budidaya maggot.

    Regulasi dan Perizinan: Masih ada kendala dalam
    regulasi penggunaan maggot sebagai pakan ternak.

    Modal Awal dan Infrastruktur: Memerlukan investasi
    awal untuk fasilitas budidaya yang optimal.

    Keterbatasan Teknologi: Masih diperlukan pengembangan
    teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi maggot.

    3. Opportunities (Peluang)

    Meningkatnya Permintaan Pasar: Industri pakan ternak
    & ikan semakin membutuhkan sumber protein alternatif yang lebih
    berkelanjutan.

    Dukungan Kebijakan Pemerintah: Semakin banyak
    kebijakan yang mendukung ekonomi sirkular & pengelolaan limbah.

    Pengembangan Produk Baru: Maggot dapat diolah menjadi
    berbagai produk bernilai tinggi seperti bioplastik & kosmetik.

    Kolaborasi dengan Sektor Pertanian dan Peternakan:
    Maggot dapat menjadi bagian dari ekosistem pertanian terpadu.

    4. Threats (Ancaman)

    Persaingan dengan Pakan Konvensional: Pakan berbasis
    maggot harus bersaing dengan pakan berbasis ikan & kedelai.

    Fluktuasi Pasar dan Harga: Harga bahan baku &
    permintaan pasar dapat berfluktuasi.

    Kendala Sosial dan Budaya: Beberapa kelompok
    masyarakat masih merasa ragu terhadap produk berbasis serangga.

    Potensi Regulasi Baru: Adanya perubahan regulasi yang
    dapat membatasi pemanfaatan maggot di industri pangan dan pakan ternak.

    Analisis SWOT ini memberikan gambaran menyeluruh
    mengenai potensi & tantangan dalam penerapan budidaya maggot untuk inovasi
    &  bisnis berkelanjutan.

    Analisis Umum Hasil dan Pembahasan

    Kajian ini mengungkap beberapa temuan utama terkait
    tata kelola limbah berbasis maggot, inovasi produk & model bisnis yang
    dapat diterapkan untuk keberlanjutan usaha. Berikut adalah hasil analisis &
    pembahasannya:

    1. Efektivitas Budidaya Maggot dalam Pengelolaan
    Limbah Organik

    Hasil observasi & studi literatur menunjukkan bahwa
    budidaya maggot merupakan metode yang sangat efektif dalam mengurangi limbah
    organik. Maggot Black Soldier Fly (BSF) memiliki kemampuan mengurai limbah
    hingga 50–80 % dari total massa dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini
    membuktikan bahwa sistem ini dapat diterapkan sebagai bagian dari solusi
    ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

    Keuntungan: Mengurangi limbah organik
    &  emisi gas rumah kaca.

    Tantangan: Diperlukan pemilahan limbah yang baik agar
    proses budidaya maggot lebih optimal.

    2. Potensi Produk Inovatif dari Maggot

    Analisis pasar menunjukkan bahwa produk turunan
    maggot, seperti tepung maggot, minyak maggot & pupuk organik dari frass,
    memiliki potensi besar dalam industri pakan ternak &  pertanian.

    Tepung Maggot: Mengandung protein tinggi & dapat
    menggantikan tepung ikan dalam industri pakan.

    Minyak Maggot: Memiliki asam lemak esensial yang dapat
    dimanfaatkan dalam industri farmasi & kosmetik.

    Pupuk Organik: Frass maggot kaya akan unsur hara &
    terbukti meningkatkan kesuburan tanah.

    Tantangan utama dalam inovasi ini adalah penerimaan
    pasar dan regulasi keamanan pangan yang masih berkembang di beberapa negara.

    3. Kelayakan Ekonomi & Model Akuntansi Keuangan

    Hasil analisis keuangan menunjukkan bahwa budidaya
    maggot memiliki Return on Investment (ROI) yang tinggi dengan waktu
    pengembalian modal yang relatif cepat. Perhitungan Break-Even Point (BEP) menunjukkan
    bahwa bisnis ini dapat mencapai titik impas dalam waktu kurang dari satu tahun
    jika dikelola dengan efisien.

    Estimasi Biaya Produksi: Investasi awal meliputi
    infrastruktur budidaya &  operasional.

    Analisis Pendapatan: Sumber pendapatan berasal dari
    penjualan maggot segar, produk olahan & pupuk organik.

    Evaluasi Arus Kas: Arus kas menunjukkan stabilitas
    dengan meningkatnya permintaan produk berbasis maggot.

    Namun, tantangan utama dalam implementasi bisnis ini
    adalah fluktuasi harga pasar dan ketersediaan bahan baku yang stabil.

    4. Dampak Keberlanjutan & Dukungan Kebijakan

    Hasil kajian menunjukkan bahwa budidaya maggot tidak
    hanya memberikan dampak ekonomi positif tetapi juga berkontribusi dalam
    pelestarian lingkungan. Adanya kebijakan dari pemerintah terkait ekonomi
    sirkular & pengelolaan limbah dapat mempercepat adopsi sistem ini.

    Dukungan Regulasi: Beberapa negara telah mengadopsi
    kebijakan penggunaan maggot sebagai pakan alternatif.

    Peluang Bisnis: Dengan meningkatnya kesadaran
    masyarakat tentang keberlanjutan, bisnis ini memiliki potensi untuk berkembang
    lebih luas.

    Studi Kelayakan Model Akuntansi Keuangan Bisnis Maggot

    Sebelum memulai usaha budidaya maggot, diperlukan
    studi kelayakan yang mencakup aspek finansial, operasional & pasar. Model
    akuntansi keuangan yang diterapkan dalam bisnis maggot meliputi:

    1. Estimasi Biaya Produksi – Meliputi biaya
    investasi awal, operasional & pemeliharaan.

    2. Analisis Pendapatan – Sumber pendapatan
    dari penjualan maggot segar, tepung maggot, pupuk & produk turunannya.

    3. Perhitungan Break-Even Point (BEP) –
    Untuk mengetahui titik impas & menentukan strategi keuntungan.

    4. Cash Flow & Profitabilitas – Evaluasi
    arus kas dan tingkat keuntungan usaha dalam jangka pendek & panjang.

    5. Strategi Investasi & Skalabilitas –
    Model bisnis harus fleksibel untuk ekspansi berdasarkan tren pasar.

    Hasil studi kelayakan ini dapat menjadi panduan bagi
    wirausahawan dalam mengambil keputusan bisnis berbasis maggot, dengan tujuan
    mencapai efisiensi operasional & keberlanjutan finansial.

    Tata Kelola Limbah untuk Budidaya Maggot

    Tata kelola limbah yang efisien membutuhkan sistem
    yang mampu memilah limbah organik dari limbah anorganik. Maggot BSF sangat
    efektif dalam mengurai limbah organik menjadi biomassa bernutrisi tinggi.
    Siklus produksi maggot melibatkan beberapa tahapan utama, yaitu:

    1. Pemilahan Limbah – Limbah organik dipilih
    & disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi maggot.

    2. Fermentasi Limbah – Beberapa jenis limbah
    memerlukan fermentasi untuk meningkatkan kecernaan & efektivitas
    penguraian.

    3. Budidaya Maggot – Larva BSF diberikan
    pakan organik hingga mencapai ukuran optimal.

    4. Panen dan Pengolahan – Maggot yang telah
    berkembang dapat dikeringkan, diolah menjadi tepung, atau dijual dalam bentuk
    segar.

    Selain itu, residu dari budidaya maggot berupa frass
    (kotoran maggot) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas tinggi,
    sehingga menciptakan sistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

    Inovasi Produk dari Maggot & Limbahnya

    Maggot tidak hanya digunakan sebagai pakan, tetapi
    juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti:

    1. Tepung Maggot – Sebagai sumber protein
    alternatif dalam pakan ternak & ikan.

    2. Minyak Maggot – Mengandung asam lemak
    esensial yang dapat dimanfaatkan dalam industri kosmetik & farmasi.

    3. Pupuk Organik Cair dan Padat – Dihasilkan
    dari frass maggot untuk meningkatkan kesuburan tanah.

    4. Produk Bioplastik – Senyawa dari maggot
    dapat dikembangkan menjadi bioplastik ramah lingkungan.

    Inovasi berbasis maggot membuka peluang besar dalam
    industri pertanian, peternakan &  lingkungan, mengingat
    meningkatnya permintaan terhadap produk-produk yang berkelanjutan.

    Penutup (Kesimpulan, Saran & Rekomendasi)

    Kesimpulan

    Pemanfaatan limbah organik melalui budidaya maggot
    menawarkan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah sekaligus membuka peluang
    bisnis berkelanjutan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa:

    1. Budidaya maggot dapat mengurangi limbah
    organik secara signifikan & menghasilkan produk bernilai tinggi seperti
    pakan ternak, pupuk organik & bioplastik.

    2. Model bisnis budidaya maggot memiliki tingkat
    profitabilitas yang tinggi dengan waktu pengembalian modal yang relatif cepat.

    3. Implementasi ekonomi sirkular melalui budidaya
    maggot mendukung ketahanan pangan & keberlanjutan lingkungan.

    4. Meskipun memiliki potensi besar, tantangan
    dalam regulasi, penerimaan pasar, dan efisiensi produksi masih menjadi aspek
    yang perlu diperbaiki.

    Saran

    1. Peningkatan Kesadaran Masyarakat –
    Diperlukan edukasi lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat
    mengenai manfaat budidaya maggot &  produk turunannya.

    2. Pengembangan Teknologi Produksi – Inovasi
    teknologi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi produksi & kualitas
    produk berbasis maggot.

    3. Kolaborasi dengan Pemerintah dan Akademisi –
    Diperlukan sinergi antara akademisi, pemerintah & pelaku usaha untuk
    mendukung regulasi yang berpihak pada pengembangan industri maggot.

    4. Diversifikasi Produk – Perlu dilakukan
    eksplorasi lebih lanjut mengenai potensi produk berbasis maggot di berbagai
    sektor industri, termasuk farmasi dan bioplastik.

    Rekomendasi

    1. Penelitian Lebih Lanjut – Diperlukan
    penelitian yang lebih mendalam mengenai efektivitas dan efisiensi budidaya
    maggot dalam berbagai skala usaha.

    2. Dukungan Regulasi – Pemerintah perlu mengembangkan
    regulasi yang lebih jelas &  mendukung industri berbasis maggot
    agar dapat berkembang dengan baik.

    3. Pemberdayaan UMKM – Budidaya maggot dapat
    menjadi peluang usaha bagi UMKM, sehingga perlu adanya program pendampingan dan
    pelatihan.

    4. Investasi & Insentif – Diperlukan
    dukungan dari sektor swasta & pemerintah dalam bentuk insentif &
    investasi untuk pengembangan industri berbasis maggot.

    Dengan implementasi yang tepat, budidaya maggot tidak
    hanya menjadi solusi pengelolaan limbah yang efektif, tetapi juga memberikan
    manfaat ekonomi yang luas & berkelanjutan. Pemanfaatan limbah organik
    melalui budidaya maggot menawarkan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah
    sekaligus membuka peluang bisnis berkelanjutan. Dengan penerapan model
    akuntansi keuangan yang tepat, bisnis maggot dapat berkembang sebagai sektor
    industri yang menguntungkan dan ramah lingkungan. Diperlukan kolaborasi Model
    Hepta Helix yaitu di antaranya 7 unsur adalah ; Akademisi, Pengusaha,
    Pemerintah, Masyarakat, Perbankan / keuangan, Industri (UKM, UMKM, BUMDES,
    BUMD, BUMN)  &  pemuka masyarakat (Lembaga Swadatya
    Masyarakat (LSM) / Filantropi) untuk mendorong pengembangan lebih lanjut dalam
    tata kelola limbah berbasis maggot guna mendukung ekonomi sirkular &
    ketahanan pangan nasional.(ms2).

    * Wapemred portal medan.com -on line news.

  • ‘Bisa Mengarah ke Pasal 338’, Hotman Paris Minta Penyidik Pastikan Hal Ini Pada Ferdy Sambo

    ‘Bisa Mengarah ke Pasal 338’, Hotman Paris Minta Penyidik Pastikan Hal Ini Pada Ferdy Sambo

    PORTAL MEDAN. Kasus pembunuhan berencana yang didalangi Ferdy Sambo hingga menewaskan Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hingga kini masih terus menjadi sorotan.

    Pasalnya, satu persatu fakta perihal tewasnya Brigadir J mulai terbongkar.

    Sebagai salah satu Pengacara dan Host salah satu Talkshow, Hotman Paris juga pernah membahas perihal kasus yang menewaskan Brigadir J pada acaranya.

    Oleh karena itu, Hotman Paris juga turut menyoroti kasus ini dan memberikan komentarnya. 

    Baru-baru ini, hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J baru saja diumumkan.

    Menanggapi hal itu, Hotman Paris mengungkapkan perihal hasil autopsi yang nanti akan berlaku di persidangan.

    “Ya kalau itu hasil otopsi mau apa. Memang itu lah hasilnya, karena itu yang berlaku di Pengadilan,” ungkap Hotman Paris saat ditemui awak media, Selasa (23/8/2022). 

    Hotman Paris justru meminta agar penyidik untuk memastikan apakah Ferdy Sambo benar-benar melakukan pembunuhan berencana atau secara tiba-tiba.

    “Itu tergantung isi BAP lah, yang penting adalah coba nanti tanyakan ke penyidik, benar nggak pada waktu Sambo ketemu istrinya saat istrinya tiba dari Magelang ke Jakarta, Sambo itu menangis setelah dengar apa yang dialami istrinya.”

    “Karena kalau benar-benar dia menangis saat itu, dan kemudian beberapa waktu kemudian terjadi penembakan, jadi bisa mengarah itu pembunuhan spontan karena dalam keadaan emosi.”

    “Tapi itu tergantung isi BAP dan saksi di persidangan,” ungkap.Hotman Paris.

    Lebih lanjut, Hotman Paris enggan berkomentar perihal wisudanya Brigadir J.

    “No komen soal itu, saya hanya murni soal hukumnya,” tutup Hotman Paris. grid.id

  • Om Kuat Sebut Brigadir J Masuk ke Kamar Putri Hingga Terduduk Lemes di Toilet, Beber Kronologinya!

    Om Kuat Sebut Brigadir J Masuk ke Kamar Putri Hingga Terduduk Lemes di Toilet, Beber Kronologinya!

    PORTAL MEDAN. Terkuak sudah apa yang dilakukan Brigadir Joshua dengan Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah yang disebut-sebut menjadi penyebab kemarahan Ferdy Sambo.

    Ternyata Putri Candrawathi mengaku terduduk lemas di dalam toilet kamarnya usai Brigadir Joshua memasuki kamar Putri di rumah Magelang, Jawa Tengah.

    Kejadian itu terjadi pada 4 Juli 2022, kala rombongan Putri Cabdrawati menjenguk anaknya di Magelang.

    “Menurut keterangannya kepada polisi, Putri terduduk lemas di toilet kamarnya,” demikian laporan Majalah Tempo berjudul ‘Motif Pembunuhan Brigadir Yosua’ yang terbit tanggal 22-28 Agustus, dikutip Senin (22/8/2022). 

    Disebutkan, Putri kala itu mengaku gak enak badan. Ia kemudian menonton TV ditemani pembantu rumah tangga bernama Susi dan para ajudannya, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Brigadir Joshua dan sopir keluarga Kuat Ma’ruf.

    Namun jelang magrib, Putri memerintahkan Ricky dan Richard mengantarkan makanan kepada para pengajar sekolah anaknya di SMA Taruna Nusantara yang berjarak 3 kilometer dari rumah Sambo di Cempaka Residence, Magelang itu. 

    “Yosua, Kuat dan Susi berada di rumah. Putri masih agak meriang. Kuat meminta Susi menemani Putri di kamarnya yang berada di lantai dua,” jelas Majalah Tempo.

    Tiga hari seusai kejadian di ruang televisi, tepatnya pada 7 Juli 2022, apa yang dikhawatirkan Kuat terbukti.

    Jelang magrib, Putri memerintahkan Ricky dan Richard mengantarkan makanan kepada para pengajar sekolah anaknya di SMA Taruna Nusantara yang berjarak 3 kilometer dari rumah Sambo di Cempaka Residence, Magelang itu.

    “Yosua, Kuat dan Susi berada di rumah. Putri masih agak meriang. Kuat meminta Susi menemani Putri di kamarnya yang berada di lantai dua,” jelas Majalah Tempo.

    Selang beberap menit, Kuat pergi ke teras untuk merokok. Namun kuat melihat Joshua berjalan mengendap-ngendap dari lantai dua menuju kamarnya Putri.

    Sontak Kuat mengejar Joshua. Akan tetapi tak jelas apa yang dilakukan Joshua dari lantai dua rumah hingga menyebabkan Putri terduduk lemat di toilet.

    “Kuat sontak menggedor jendela sambil berteriak. ‘Woi, Yosua, sedang apa kau?’ Yosua berlari ke arah dapur. ‘Bisa saya jelaskan, Om… Bisa saya jelaskan…,’ Yosua menjawab. Kuat tetap mengejar Yosua yang berlari ke depan rumah,” kata sumber ke Majalah Tempo. 

    Meski begitu, Putri sendiri juga mengubah-ubah keterangannya kepada polisi, mengenai apa yang dilakukan Joshua kepadanya di dalam kamar.

    Awalnya Putri mengaku dilecehkan Brigadir Joshua di kamarnya. Saat diperiksa untuk kedua kali, Putri mengatakan Joshua mendadak masuk ke kamar, lalu melucuti pakaiannya.

    “Saat menjawab pertanyaan nomor sebelas dari penyidik, Putri mengatakan ia sedang berbaring di kasur ketika Yosua masuk ke kamar dan duduk di ujung tempat tidur, tepat di bawah kakinya. 

    Setelah itu keduanya berkontak fisik,” kata salah satu sumber lagi ke Majalah Tempo.

    Seperti diketahui, Polri telah menetapkan empat tersangka kasus penembakan Brigadir Joshua, para tersangka antara lain, Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, asisten rumah tangga sekaligus sopir Kuat Ma’ruf, dan Bripka Ricky Rizal (RR).

    Keempatnya diancam dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan hukuman pidana maksimal hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau 20 tahun perjara. (firdausi/pojoksatu.id/artikelasli)

  • LPSK Ungkap Perlakuan Super Istimewa Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

    LPSK Ungkap Perlakuan Super Istimewa Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

    PORTAL MEDAN.Dalam rapat di DPR RI, Senayan, Jakarta, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebutkan jika hanya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang memiliki kamar pribadi di rumah eks Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Jakarta Selatan.

    Menurut Edwin, hal ini berdasarkan keterangan Bharada E saat dimintai keterangannya beberapa waktu lalu dalam rangka proses sebagai justice collaborator.

    “Termasuk bahwa menurut Bharada E hanya Yosua yang punya kamar di rumah pribadi [Ferdy Sambo] Saguling,” kata Edwin, dalam RDP di Komisi III DPR, Jakarta, Senin (22/8).

    Edwin mengatakan, Brigadir Yosua memang diberi kepercayaan lebih oleh Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi. 

    “Di Pak Sambo ini ada 8 orang sebenarnya tidak semua ADC, tapi empatnya sopir, empatnya ajudan. Kebutuhan mereka itu tidak ada kepala rumah tangga kalau ada kebutuhan mereka akan minta kepada Yosua artinya memang Yosua orang yang dipercaya,” jelasnya.

    Edwin juga memastikan bahwa hubungan antara Bharada E dan Brigadir Yosua secara pribadi tak ada masalah.

    “Hubungan Bharada E dan Brigadir J tidak ada masalah secara pribadi kemudian. Menurut Bharada E, Brigadir J adalah orang kepercayaan dari FS dan ibu PC,” jelasnya.

    Dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua, Polri telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Mereka ialah Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. Mereka dikenakan Pasal 340 Sub 338 Jo 55 dan 56 KUHP. kumparan.com

  • Muluskan Skenario, Ponsel Milik Brigadir J dan Bharada E Dihilangkan Ferdy Sambo lalu Diganti. Tujuan Liciknya Bikin Gregetan

    Muluskan Skenario, Ponsel Milik Brigadir J dan Bharada E Dihilangkan Ferdy Sambo lalu Diganti. Tujuan Liciknya Bikin Gregetan

    PORTAL MEDAN.Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik membeberkan dugaan penghalangan atau perintangan penyidikan (obstruction of justice) kasus pembunuhan Brigadir J atau Yosua Hutabarat lewat penghilangan barang bukti di ponsel Korban. Bukan cuma lewat ponsel Yosua, ponsel milik aide de camp atau ajudan Irjen Ferdy Sambo lainnya juga dihilangkan demi memuluskan skenario pembunuhan terhadap Brigadir J.   

    “Sebagai contoh misalnya beberapa adc itu mereka diambil handphone-nya tanggal 10, kira-kira jam 1 pagi mereka dikasih handphone baru,” kata Taufan dalam RDP di Komisi III DPR, Senin (22/8/2022).    Penggantian handphone baru juga dilakukan terhadap tersangka Bharada E atau Richard Eliezer pada tanggal 19 Juli oleh Mako Brimob. Tetapi ponsel milik Eliezer yang digunakan pada pasca kejadian pembunuhan Yosua, diakui Taufan sudah ditemukan. 

    “HP yang antara 10 sampai 19 itu ditemukan pak. Ada upaya-upaya membangun skenario, misalnya yang jawaban-jawaban sebagai bawahan kepada atasan ‘siap komandan’ itu misalnya itu sangat kentara di situ,” katanya.  

    Tetapi ponsel yang digunakan pada hari H kejadian, di tanggal 8 Juli atau sebelum tanggal 10 Juli, belum ditemukan. 

    “Termasuk pada hari H itu, itu sampai sekarang belum ditemukan. Jadi mungkin ini bisa juga nanti pada pertemuan dengan Kapolri dan Mabes Polri bisa ditanyakan, apakah itu sudah didapatkan karena itu sangat penting saya kira untuk mendukung,” tutur Taufan. 

    Sementara itu, penghilangan ponsel milik Yosua juga dilakukan. Bukan cuma penghilangan, ponsel milik Yosua juga diganti dengan jenis berbeda. Sedangkan ponsel asli milik Yosua sampai saat ini belum ditemukan. 

    “Dari keterangan yang kami peroleh, di Jambi HP-nya Yosua tidak model kayak begini. HP-nya Yosua itu ada Samsung, terus ada HP China, ini gak modelnyae enggak seperti ini,” kata Anam. 

    “Ini HP yang seolah-olah HP-nya Yosua yang enggak bisa dibuka. Nah HP-nya Yosua ke mana? Terutama yang Samsung 8 itu, sampai detik ini juga kami enggak tahu,” sambung Anam. 

    Komnas HAM berkeyakinan bahwa memang ada penghalangan proses hukum atau obstruction of justice dalam kasus kematian Brigadir J atau Yosua Hutabarat di Duren Tiga, Jakarta Selatan.  

    Keyakinan itu muncul usai Komnas HAM mendapatkan bukti rekam jejak digital soal perintah penghilangan barang bukti pembunuhan berencana terhadap Yosua. 

    “Komunikasi HP dengan HP dan lain sebagainya, kami juga mendapatkan salah satunya yang juga penting adalah perintah untuk terkait barang bukti. Nah itu supaya dihilangkan gitu ya, dihilangkan jejaknya itu juga ada,” kata Komisioner Komnas HAM Chairul Anam di RDP Komisi III, Senin. 

    Dengan temuan rekam jejak digital itu, Komnas HAM memperkuat keyakinan atas dugaan obstruction of justice.  

    “Jadi jejak digital itu kami mendapatkan itu. Itulah kami meyakini walaupun ini belum kami simpulkan, meyakini adanya obstruction of justice. Jadi ya menghalangi, merekayasa, membuat cerita dan sebagainya,” kata Anam. 

    Kekinian dengan ditemukannya rekam jejak digital, aral yang sempat menghambat proses hukum mulai mereda. 

    “Ketika kita mendapatkan berbagai rekam jejak digital itu, itu memudahkan kita semua sebenarnya untuk mulai membangun kembali fakta-fakta dan terangnya peristiwa,” ujar Anam. suara.com